Moskow — Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengejutkan dunia. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Putin mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah bisa meraih kemerdekaannya tanpa bantuan Rusia.
Dalam pernyataannya, Putin menyebut bahwa pada masa perjuangan kemerdekaan Amerika dari Inggris, Rusia memainkan peran penting dengan memberikan dukungan berupa persenjataan dan dana.
"Kami membantu Amerika meraih kemerdekaannya. Kami memasok senjata kepada mereka. Kami juga membantu dengan uang. Ini adalah fakta sejarah yang jarang diakui," ujar Putin dalam wawancara tersebut, seperti dikutip dari media lokal Rusia.
Pernyataan Putin itu langsung memicu kontroversi dan perdebatan, baik di kalangan sejarawan maupun warganet. Banyak pihak yang mempertanyakan kebenaran klaim tersebut, mengingat selama ini sejarah mencatat bahwa Prancis adalah negara yang paling signifikan membantu Amerika dalam Perang Revolusi melawan Inggris.
Sejarawan di Amerika dan Eropa umumnya menyebut bahwa Prancis di bawah Raja Louis XVI memberikan dukungan besar berupa tentara, armada laut, serta dana untuk membantu pasukan koloni Amerika. Namun, tidak sedikit pula yang menyebutkan bahwa Rusia di era Kekaisaran memang mengambil posisi politik tertentu untuk menekan Inggris, meski kontribusinya lebih diplomatis ketimbang langsung.
Juru bicara Kremlin menambahkan bahwa Putin hanya ingin mengingatkan dunia bahwa sejarah memiliki banyak sisi yang jarang diungkap, termasuk kontribusi Rusia pada perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa lain.
Di media sosial, pernyataan Putin ini menjadi bahan perbincangan hangat. Tagar #Putin dan #AmericanIndependence bahkan sempat trending, dengan banyak warganet yang memberikan komentar beragam.
"Ini hanya propaganda atau memang fakta sejarah yang tersembunyi?" tulis salah satu pengguna Twitter.
Sampai saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Putin tersebut.