ISTANBUL, PACMANNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai biang kerok ketidaksbailan global.
Dia memperingatkan ambisi Netanyahu akan membawa dunia ke dalam bencana, seperti dilakukan pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler 90 tahun silam.
"Netanyahu dan Hitler telah mengikuti jalan kehancuran yang sama," kata Erdogan, dalam piatonya di KTT Menteri Luar Negeri Organiasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-51, pada akhir pekan.
Serangan Israel ke Gaza, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Iran, lanjut dia, merupakan bentuk pembajakan tidak mewakili kepentingan nasional.
"Ini bukan pertahanan. Ini adalah terorisme yang disponsori negara," ujarnya.
Erdogan juga mengecam negara-negara Barat karena mendukung agresi Israel. Karena itu, Israel lebih percaya diri karena merasa mendapat lampu hijau dari para sekutunya.
Lebih lanjut Erdogan mengatakan, Israel berupaya membentuk kembali wilayah tersebut di bawah sistem "Sykes-Picot Baru" seraya bersumpah Turki akan melawannya.
Perjanjian Sykes-Picot merupakan kesepakatan rahasia antara Inggris dan Prancis pada 1916 melalui persetujuan Uni Soviet dan Italia. Isinya menetapkan lingkup pengaruh dan kendali yang disepakati bersama dalam pembagian wilayah penginggalangan kekuasaan khalifah Utsmaniyah di Timur Tengah setelah Perang Dunia I. Hasilnya membagi wilayah tersebut menjadi zona pengaruh Inggris dan Prancis yang memicu kebencian dan berkontribusi terhadap konflik di Timur Tengah sampai saat ini.
Perjanjian ini diberi nama sesuai tokoh negosiator Sir Mark Sykes dan François Georges-Picot.
Erdogan beberapa kali membandingkan Netanyahu dengan Hitler. Salah satunya pada akhir 2023 yang memicu perang kata-kata pejabat kedua negara.
Erdogan menyebut Netanyahu tak ada bedanya dengan Hitler terkait serangan brutal Israel ke Gaza. Menurut Erdogan, serangan brutal Israel itu tak berbeda dengan perlakuan pasukan Nazi Jerman terhadap orang-orang Yahudi saat Perang Dunia.
"Mereka selalu berbicara buruk tentang Hitler. Apa bedanya Anda dengan Hitler? Mereka akan membuat kita merindukan Hitler. Apakah yang dilakukan Netanyahu ini kurang dari apa yang dilakukan Hitler? Sebenarnya tidak," kata Erdogan, saat itu.
Belum cukup, Erdogan lalu membandingkan Netanyahu dengan Hitler. Disebutkan Netanyahu lebih beruntung daripada Hitler karena mendapat bantuan dari negara Barat.
Perpecahan Negara Muslim
Erdogan juga mengatakan Israel diuntungkan oleh perpecahan di antara negara-negara Muslim. Oleh karena itu dia mendesak anggota OKI untuk bersatu dan mengungkap kejahatan Israel kepada dunia.
“Diamnya Israel atas agresi di Palestina hanya mendorongnya untuk memperluas serangan ke seluruh wilayah,” katanya.
Di forum yang sama, Menlu Turki Hakan Fidan mengatakan Israel menyeret kawasan ke dalam bencana total.
“Tidak ada masalah Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, atau Iran, yang ada masalah Israel,” ujarnya.
Dia lalu menyerukan diakhirinya agresi tanpa batas terhadap Iran serta memperingatkan konflik yang lebih luas.
“Kita harus menghentikan ini agar tidak berubah menjadi krisis keamanan regional dan global,” ujarnya.