WASHINGTON, PACMANNEWS.COM - Kondisi fisik tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Natanz, Fordow, dan Isfahan, pasca-serangan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (22/6/2025) terungkap melalui gambar satelit maupun penilaian pakar. Serangan itu diketahui tak menimbulkan korban dan sejauh ini tidak memicu kebocoran radioaktif.
Gambar satelit yang dirilis Associated Press (AP), bersumber dari Maxar Technologies dan Planet Labs PBC, memperlihatkan sedikitnya satu kawah terbentuk di fsailitas pengayaan uranium Iran Natanz akibat serangan AS.
Laporan AP mengungkap, lubang sedalam 5 meter terlihat dari citra satelit yang diambil Planet Labs PBC serta Maxar Technologies. Lubang tersebut terbentuk di bagian bawah tanah fasilitas tersebut, termasuk ruang sentrifugal.
Sejauh ini Iran belum memberikan penilaian mengenai seberapa parah kerusakan pada fasilitas Natanz serta Fordow dan Isfahan.
Serangan Israel sebelumnya juga telah menghancurkan ruang sentrifugal di permukaan tanah serta semua peralatan kelistrikan fasilitas tersebut.
Selanjutnya gambar satelit di fasilitas nuklir Fordow memperlihatkan kerusakan di tiga lokasi. Tampak dua kawah akibat bom penghancur bunker serta lokasi sistem pertahanan udara yang rusak untuk melindungi reaktor nuklir.
Sementara itu pakar kelompok nonproliferasi nuklir Institut Sains dan Keamanan Internasional menjelaskan, Iran kemungkinan telah mengisi terowongan di fasilitas nuklirnya di Isfahan sebelum serangan AS.
Institut yang berpusat di Washington DC itu menerbitkan citra satelit yang diambil oleh Airbus, menunjukkan truk-truk membuang tanah ke dalam terowongan ke lokasi tersebut pada Jumat (20/6/2025).
Sementara serangan AS kemungkinan menargetkan pintu masuk terowongan tersebut.
"Setidaknya tiga dari empat pintu masuk terowongan runtuh. Sementara kondisi (pintu) keempat tidak jelas," bunyi pernyataan institut.
Iran juga diyakini telah mengisi terowongan di fasilitas pengayaan bawah tanah Fordow sebelum serangan dengan tujuan memberikan perlindungan.
Sementara itu, serangan rudal jelajah AS ke fsailitas Isfahan kemungkinan menghancurkan fasilitas konversi uranium. Fasilitas tersebut mengambil uranium alami dan mengubahnya menjadi heksafluorida yang diputar Iran dalam alat sentrifugal sebagai proses pengayaan.