TEHERAN, PACMANNEWS.COM - Ali Akbar Velayati, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan, semua negara di kawasan yang mengizinkan AS menggunakan wilayahnya untuk menyerang Iran akan menerima pembalasan.
Angkatan bersenjata Iran akan menggagap negara-negara tersebut sebagai target yang sah.
Velayati mengutuk serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran sebagai pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan.
Menurut mantan Menteri Luar Negeri Iran tersebut, serangan AS memberi negaranya hak untuk melakukan pembalasan secara sah. Ini mengisyaratkan potensi serangan angkatan bersenjata Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Asia Barat.
Tatanan global, lanjut dia, sedang mengalami perubahan, khususnya di Asia Barat yang sangat tidak stabil, di mana keseimbangan kekuatan telah bergeser.
Presiden AS Donald Trump telah bertindak gegabah di panggung internasional dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan negara tersebut.
Vrlayati menegaskan Asia Barat bukan Greenland serta Selat Hormuz pada dasarnya berbeda dengan Terusan Panama. Pernyataannya itu mengisyarat Iran mungkin akan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS.
Para menlu negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dalam pertemuan di Istanbul, Turki, mengeluarkan kecaman keras terhadap Israel dan AS.
Solidaritas sesama negara Muslim itu, kata dia, belum pernah terjadi sebelumnya. Ini mencerminkan sikap negara-negara Arab dan Muslim terhadap AS dan Israel.
"Sekarang setelah Amerika Serikat memulai perang, mereka harus memahami bahwa tidak akan mendikte bagaimana perang itu berakhir. Republik Islam Iran akan memiliki keputusan akhir," katanya, seraya menegaskan tidak ada lagi tempat bagi AS atau pangkalan militer di kawasan ini atau negara Muslim.