Cara Membuat Daftar Pustaka dari Buku, Artikel, Jurnal, Makalah dan Media Online

23 Jun 2025 | Penulis: kikiupdate

Cara Membuat Daftar Pustaka dari Buku, Artikel, Jurnal, Makalah dan Media Online

PACMANNEWS.COM

Daftar pustaka merupakan susunan sumber yang digunakan untuk menulis karya ilmiah seperti buku atau jurnal penelitian. Daftar pustaka berisi judul dan informasi terbitannya yang diurutkan sesuai abjad.

Dalam penulisan ilmiah, kamu harus mencantumkan referensi yang kamu gunakan, baik yang berasal dari buku, jurnal, makalah, atau sumber-sumber lainnya.

Kumpulan referensi atau kerap disebut daftar pustaka merupakan bagian penting dalam suatu karya ilmiah. 

Sebab, daftar pustaka memberikan detail informasi bagi pembaca terkait sumber rujukan sehingga pembaca dapat lebih memahami sumber tersebut.

Melalui daftar pustaka, pembaca juga bisa memastikan apakah kutipan dan data yang digunakan dalam penelitian dapat dipertanggungjawabkan atau tidak. 

Penyusunan daftar pustaka tak jarang membingungkan penulis, khususnya mereka yang masih awam dalam dunia penulisan ilmiah. 

Banyak juga yang menganggap daftar pustaka sama dengan catatan kaki (footnote), padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.

Pengertian daftar pustaka

Mengacu pada KBBI, yang dimaksud dengan daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad.

 

Daftar pustaka terkadang disebut juga sebagai referensi, rujukan, pranala, atau sumber pustaka. 

Sumber rujukan yang tercantum dalam daftar pustaka harus koheren dan relevan dengan karya ilmiah.

Daftar pustaka merupakan komponen yang tak terpisahkan dari karya ilmiah karena merupakan bukti kredibilitas dari suatu tulisan. 

Mengapa daftar pustaka penting dalam sebuah karya ilmiah?

Berikut ini beberapa fungsi penulisan daftar pustaka dalam karya ilmiah:

  1. Untuk memperkuat argumen dalam karya ilmiah. 
  2. Menghindari tuduhan plagiasi.
  3. Menghargai penulis yang karyanya yang dijadikan acuan dalam penulisan karya ilmiah.
  4. Memudahkan peninjauan ulang terhadap sumber rujukan jika hendak dilakukan koreksi atas isi tulisan. 
  5. Membantu pembaca untuk lebih memahami sumber kutipan yang tercantum dalam karya ilmiah. 
 

Ragam gaya penulisan daftar pustaka

Ada banyak format penulisan daftar pustaka atau yang dikenal sebagai gaya sitasi (citation style). 

Dari berbagai format yang ada, terdapat tiga jenis sitasi yang paling umum digunakan yaitu:

  • Modern Language Association (MLA), biasanya digunakan pada bidang ilmu bahasa, humaniora, filosofi, seni, linguistik, dll.
  • American Psychological Association (APA), biasanya digunakan pada bidang ilmu sosial sains, pendidikan, teknik, dll.
  • Chicago Manual Style (CMS), biasanya digunakan pada bidang ilmu sejarah, humaniora, dll. 

 

Cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar

Secara umum, daftar pustaka ditulis menggunakan urutan berikut ini:

1. Nama penulis

Nama penulis dicantumkan paling awal. Penulisannya dimulai dari nama belakang/nama keluarga, lalu diikuti tanda koma (,). Setelah itu, cantumkan nama tengah (jika ada) dan nama belakang penulis. 

2. Tahun terbit

Setelah nama penulis, hal selanjutnya yang perlu dicantumkan adalah tahun terbit tulisan. 

Tahun terbit buku dapat dilihat di halaman awal setelah halaman judul. Sementara itu, tahun terbit artikel jurnal dan makalah biasanya tercantum pada header di bagian atas. 

3. Judul buku atau artikel yang dirujuk

Unsur selanjutnya yaitu judul tulisan. Tuliskan judul secara lengkap sesuai dengan yang tertera pada sumber, baik berupa buku, artikel jurnal, makalah, atau sumber-sumber lainnya. 

4. Nama penerbit

Setelah mencantumkan judul tulisan, cantumkan juga pihak yang menerbitkan tulisan tersebut. 

Nama penerbit buku biasanya tertulis di sampul depan, belakang, atau di halaman yang sama dengan informasi tahun terbit. 

Jika sumber yang digunakan adalah artikel jurnal, tuliskan nama jurnal yang memuat artikel tersebut. 

5. Tempat terbit/keterangan terbitan

Bagian terakhir dari penulisan daftar pustaka adalah keterangan penerbitan. Keterangan ini dapat berupa tempat terbit maupun keterangan lainnya. 

Keterangan berupa tempat terbit biasanya digunakan untuk sumber berupa buku. Informasinya dapat dilihat di halaman yang sama dengan tahun terbit buku.

Sementara itu, keterangan penerbitan pada artikel jurnal atau makalah biasanya berupa nomor dan volume tulisan terkait yang informasinya dapat dilihat di bagian header.

Contoh penulisan daftar pustaka yang benar

Berikut ini adalah contoh penulisan daftar pustaka menggunakan metode penulisan APA.

1. Contoh daftar pustaka dari artikel jurnal:

Daftar pustaka untuk artikel jurnal harus mencantumkan nama penulis, judul artikel, nama jurnal, volume, halaman, dan tahun publikasi. Contoh:

Doe, J. (2018). "The Importance of Research." Journal of Academic Writing, 5(2), 123-135.

Cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar

Secara umum, daftar pustaka ditulis menggunakan urutan berikut ini:

1. Nama penulis

Nama penulis dicantumkan paling awal. Penulisannya dimulai dari nama belakang/nama keluarga, lalu diikuti tanda koma (,). Setelah itu, cantumkan nama tengah (jika ada) dan nama belakang penulis. 

2. Tahun terbit

Setelah nama penulis, hal selanjutnya yang perlu dicantumkan adalah tahun terbit tulisan. 

Tahun terbit buku dapat dilihat di halaman awal setelah halaman judul. Sementara itu, tahun terbit artikel jurnal dan makalah biasanya tercantum pada header di bagian atas. 

3. Judul buku atau artikel yang dirujuk

Unsur selanjutnya yaitu judul tulisan. Tuliskan judul secara lengkap sesuai dengan yang tertera pada sumber, baik berupa buku, artikel jurnal, makalah, atau sumber-sumber lainnya. 

4. Nama penerbit

Setelah mencantumkan judul tulisan, cantumkan juga pihak yang menerbitkan tulisan tersebut. 

Nama penerbit buku biasanya tertulis di sampul depan, belakang, atau di halaman yang sama dengan informasi tahun terbit. 

Jika sumber yang digunakan adalah artikel jurnal, tuliskan nama jurnal yang memuat artikel tersebut. 

5. Tempat terbit/keterangan terbitan

Bagian terakhir dari penulisan daftar pustaka adalah keterangan penerbitan. Keterangan ini dapat berupa tempat terbit maupun keterangan lainnya. 

Keterangan berupa tempat terbit biasanya digunakan untuk sumber berupa buku. Informasinya dapat dilihat di halaman yang sama dengan tahun terbit buku.

Sementara itu, keterangan penerbitan pada artikel jurnal atau makalah biasanya berupa nomor dan volume tulisan terkait yang informasinya dapat dilihat di bagian header.

Contoh penulisan daftar pustaka yang benar

Berikut ini adalah contoh penulisan daftar pustaka menggunakan metode penulisan APA.

1. Contoh daftar pustaka dari artikel jurnal:

Daftar pustaka untuk artikel jurnal harus mencantumkan nama penulis, judul artikel, nama jurnal, volume, halaman, dan tahun publikasi. Contoh:

Doe, J. (2018). "The Importance of Research." Journal of Academic Writing, 5(2), 123-135.

2. Contoh daftar pustaka dari jurnal dengan lebih dari satu penulis:

Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: A comparison of storybooks that represent ethnic and racial groups in the United States. Psychology of Popular Media Culture, 8(3), 207–217. https://doi.org/10.1037/ppm0000185

3. Contoh daftar pustaka dari buku:

Ketika menyertakan buku dalam daftar pustaka, penting untuk mencantumkan informasi yang tepat. Mulai dari nama penulis, judul buku, nama penerbit, hingga tahun terbit harus tercantum dengan jelas. Contoh:

Smith, J. (2010). The Art of Writing. Penerbit XYZ.

4. Contoh daftarpustaka dari website media online:

Sumber informasi dari media online seperti artikel atau video juga harus disertakan dengan benar. Informasi yang diperlukan mencakup URL, judul artikel/video, nama situs, dan tanggal akses. Contoh:


Komentar