Saham Indonesia melemah setelah penutupan pada hari Senin, seiring kerugian di sektor Infrastruktur , Keuangan dan Pertanian yang menyebabkan saham melemah.
Pada penutupan di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,73% hingga mencapai titik terendah baru dalam 1 bulan.
Kinerja terbaik pada sesi perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan BEI adalah PT Master Print Tbk (JK: PTMR ) yang naik 25,00% atau 60,00 poin dan diperdagangkan pada level 300,00 pada penutupan perdagangan. Sementara itu, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (JK: SICO ) naik 26,42% atau 28,00 poin dan ditutup pada level 134,00 dan Pudjiadi & Sons Tbk (JK: PNSE ) naik 23,03% atau 175,00 poin ke level 935,00 pada penutupan perdagangan.
Yang berkinerja terburuk pada sesi ini adalah Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (JK: MBSS ), yang turun 15,00% atau 255,00 poin dan diperdagangkan pada 1,445.00 pada penutupan. Sumber Sinergi Makmur PT Tbk (JK: IOTF ) turun 14,97% atau 22,00 poin menjadi berakhir pada 125.00 dan PT Bukit Asam Tbk (JK: PTBA ) turun 14,58% atau 430,00 poin menjadi 2.520,00.
Saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik di Bursa Efek Jakarta, yakni sebanyak 582 berbanding 115, dan 138 berakhir tidak berubah.
Saham PT Master Print Tbk (JK: PTMR ) naik ke level tertinggi sepanjang masa; naik 25,00% atau 60,00 menjadi 300,00. Saham PT Sigma Energy Compressindo Tbk (JK: SICO ) naik ke level tertinggi 52 minggu; naik 26,42% atau 28,00 menjadi 134,00.
Minyak mentah untuk pengiriman bulan Agustus turun 0,35% atau 0,26 menjadi $73,58 per barel. Di tempat lain dalam perdagangan komoditas, minyak Brent untuk pengiriman bulan September turun 0,26% atau 0,20 menjadi $75,28 per barel, sementara kontrak Emas Berjangka bulan Agustus turun 0,31% atau 10,48 menjadi $3.375,22 per troy ounce.
USD/IDR naik 0,83% menjadi 16.493,00, sementara AUD/IDR naik 0,21% menjadi 10.591,54.
Indeks Dolar AS Berjangka naik 0,38% pada 98,65.