JAKARTA – Militer Iran pada Minggu, (22/6/2025) mengatakan telah menargetkan beberapa lokasi di Israel termasuk bandara Ben Gurion dan fasilitas militer lainnya. Serangan itu dilancarkan setelah pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap lokasi nuklir utama di Iran.
"Gelombang kedua puluh Operasi Janji Sejati (True Promise) 3 dimulai dengan menggunakan kombinasi rudal berbahan bakar cair dan padat jarak jauh dengan daya hulu ledak yang dahsyat," kata angkatan bersenjata dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Fars.
Target serangan tersebut termasuk bandara, "pusat penelitian biologi," pangkalan logistik dan berbagai lapisan pusat komando dan kendali, tambah pernyataan tersebut.
Garda Revolusi Iran mengatakan telah meluncurkan 40 rudal, termasuk Khorramshahr-4, selama serangan terhadap Israel pada Minggu pagi. Iran mengatakan Khorramshahr-4 dapat membawa beberapa hulu ledak.
Kementerian Kesehatan Israel mengatakan serangan Iran semalam dan hingga Minggu telah melukai lebih dari 80 orang. Sebagian besar, lebih dari 70 orang, mengalami luka ringan, kata kementerian.
Beberapa bangunan juga rusak.
Tak lama setelah serangan rudal Iran, Israel mengumumkan pesawat tempurnya tengah melancarkan serangan terhadap "target militer" di Iran bagian barat.
Amerika Serikat menyerang tiga lokasi di Iran pada Minggu dini hari.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Washington telah "mengkhianati diplomasi" dengan melakukan serangan militer untuk mendukung Israel, dan mengatakan sekarang "AS sendiri telah melancarkan perang berbahaya terhadap Iran."