PACMANNEWS.COM
Ketika makanan yang tersisa dikerubungi semut, seringkali muncul dilema: apakah makanan itu masih aman untuk dimakan?
Pada dasarnya, Anda perlu menghindari konsumsi makanan yang sudah disemuti. Sebab, semut dapat membawa kotoran dan patogen dari tempat-tempat yang tidak bersih, yang berarti kebersihan makanan tersebut tentunya akan berkurang.
Memang, rasanya berat untuk membuang makanan yang tampak masih layak. Namun, penting untuk memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan dari makanan yang kita konsumsi.
Bahaya makanan yang dikerubungi semut
Semut dapat membawa penyakit pada makanan yang dikerubunginya. Mereka bisa membawa kotoran dan bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Shigella dan permukaan yang dilakuinya.
Saat berkontak dengan makanan, kotoran tersebut dapat berpindah dan menempel ke makanan, sehingga meningkatkan risiko kesehatan jika dikonsumsi.
etelah mengonsumsi makanan yang telah dikerubungi semut, Anda mungkin akan mengalami masalah pencernaan seperti diare dan mual. Gejala ini bisa sangat tidak nyaman dan terkadang berbahaya, terutama bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Reaksi tubuh setelah mengonsumsi makanan yang disemuti
Diare dan mual
Setelah Anda tidak sengaja memakan makanan yang disemuti, salah satu efek yang mungkin terjadi adalah diare atau mual. Hal ini disebabkan oleh kontaminasi yang bisa terjadi, terutama jika semut berasal dari lingkungan yang kotor. Meskipun tidak semua orang akan mengalami efek ini, risikonya tetap ada.
Alergi dari sengatan
Jika semut ikut termakan, hal ini bisa memunculkan reaksi alergi, terutama jika semut tersebut merupakan jenis yang memiliki sengatan seperti semut api. Sengatan semut bisa melukai mulut atau tenggorokan, menyebabkan reaksi alergi yang mengganggu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis semut sebelum mengonsumsi makanan yang dikerubungi.