Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 20-23 Juni 2025. Dipengaruhi angin, gelombang tinggi bisa sampai kisaran 2,5 sampai 4,0 meter.
Prakirawan BMKG, Ryan Putra Pambudi, mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur ke selatan dengan kecepatan angin 6-30 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 8-30 knot. "Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara dan Laut Arafuru," katanya dalam keterangan tertulis.
Dari kondisi angin tersebut, peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter berpeluang terjadi di banyak wilayah perairan seperti Laut Arafuru bagian timur, Laut Arafuru bagian barat, Laut Banda, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan Laut Sulawesi bagian barat.
Ombak serupa berpotensi terjadi di Laut Jawa bagian tengah, Selat Karimata bagian selatan, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian utara, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, dan Laut Jawa bagian barat.
Adapun gelombang tinggi 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia sebelah selatan pesisir Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Juga di Samudra Hindia sisi pantai barat Sumatera dari Aceh sampai Lampung. Selain itu, di Selat Malaka bagian utara. "Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," kata Ryan.
Menurut BMKG, nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu harus mewaspadai tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang agar menghindari tinggi gelombang di atas 1,50 meter. Sedangkan kapal ferry waspada tinggi gelombang di atas 2,50 meter.