TANGERANG SELATAN – Polda Metro Jaya masih memburu keberadaan Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Muhamad Reza alias AO karena dianggap menjadi dalang keributan pengelolaan parkir di area RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Hingga saat ini, polisi menetapkan 31 anggota Ormas PP sebagai tersangka, termasuk M Reza AO. Mereka diringkus pada Rabu 21 Mei 2025 malam, usai terjadi ketibutan di pintu masuk parkir RSU.
"Kami sudah menetapkan tersangka terhadap Ketua PP Tangerang Selatan , saat ini masih dalam pengejaran, kami juga tetapkan sebagai DPO. Kami amankan juga 30 orang (anggota ormas PP)," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra.
M Reza menjadi Ketua MPC PP Kota Tangsel pada 2016 silam. Ketika itu dia menggantikan Ketua MPC sebelumnya yang meninggal dunia yakni Boy M. Sabarudin. Meski sempat diwarnai konflik internal, namun Reza akhirnya sukses menyatukan seluruh kadernya.
Dia kemudian terpilih kembali menjadi Ketua Pemuda Pancasila Tangsel periode 2023-2027 dalam Muscab di kawasan Serpong, 19 Agustus 2023. Dia diketahui sempat maju mengikuti penjaringan Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Tangsel pada 2019 silam.
Namun, niatannya untuk maju terhenti, dan mengalihkan dukungan pada pasangan calon lain. Meski tak aktif berkecimpung dalam dunia politik, sosok M Reza dikenal memiliki kedekatan dengan banyak pemimpin Parpol bahkan pejabat.
Keistimewaan itu lah yang membuat dirinya cukup disegani. Tak heran jika kisruh pengelolaan lahan parkir di RSU Tangsel tak kunjung selesai sejak beberapa tahun lalu.
Meskipun pemenang sah tender lelang sudah ada. Parkiran di sana tetap sepenuhnya dikuasai Ormas Pemuda Pancasila.