Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah pernyataan Wilmar Group terkait dengan uang sitaan senilai Rp 11,8 triliun ke dalam dana jaminan. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menyatakan bahwa tidak ada istilah dana jaminan dalam perkara tindak pidana korupsi terkait kerugian keuangan negara.
“Yang ada uang yang disita sebagai barang bukti atau uang pengembalian kerugian keuangan negara," kata Harli Siregar di Jakarta, Kamis, 19 Juni 2025.
Sebelumnya, Kejagung menyita uang senilai Rp 11,8 triliun tersebut dari Wilmar Group dalam kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya pada 2022.
Wilmar Group didirikan Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus pada 1 April 1991. Perusahaan pertama yang dibentuk oleh grup usaha itu adalah Wilmar Trading Pte Ltd yang mempunyai modal disetor sebesar 100.000 dolar AS dan mempekerjakan lima orang.
Profil Kuok Khoon Hong
Profil Kuok Khoon Hong merupakan lulusan Sarjana (S1) Administrasi Bisnis dari University of Singapore itu mempunyai pengalaman dalam industri agribisnis serta terlibat dalam usaha biji-bijian dan minyak nabati sejak 1973.
Dikutip dari Forbes, ia juga menjadi Ketua Komite Eksekutif dan Komite Pembelian Saham; serta anggota Komite Nominasi, Komite Manajemen Risiko, dan Komite Keberlanjutan Dewan di Wilmar Group. Selain itu, ia juga menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan, yaitu di Shree Renuka Sugars Limited, Yihai Kerry Arawan Holdings, dan Adani Wilmar Limited.
Kuok Khoon Hong merupakan irektur Perennial Holding Private Limited dan Perennial Group Private Limited. Dia diangkat sebagai anggota Dewan Wilmar Group dan sebagai Ketua, masing-masing pada 24 Maret 2006 dan 14 Juli 2006, lalu terakhir kali dipilih kembali pada 19 April 2024.
Dilansir dari Forbes, Kuok Khoon Hong diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar 3,4 miliar dolar AS atau setara Rp 54,4 triliun (asumsi kurs Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat). Jumlah ini menempatkannya pada peringkat ke-1.222 sebagai orang terkaya di dunia pada 2025.
Sumber kekayaan Kuok Khoon Hong berasal dari berbagai lini bisnis Wilmar Group yang terus berekspansi. Pada 2020, dia mendaftarkan anak perusahaan Wilmar di bursa saham Shenzhen, Cina, yaitu Yihai Kerry Arawana.
Investasi Kuok Khoon Hong lainnya termasuk saham di Yanlord Land milik miliarder Zhong Sheng Jian dan Perennial Real Estate Holdings. Dia juga merupakan salah satu pemilik Aviva Tower di London, Inggris, bersama Martua Sitorus.
Profil Martua Sitorus
Dikutip dari Forbes, Martua Sitorus merupakan cofounder Wilmar Group. Ia mendirikan Wilmar Group bersama Kuok Khoon Hong. Pada 2018, Martua Sitorus mengundurkan diri dari dewan direksi Wilmar.
Ia dan saudaranya Ganda mendirikan KPN Corporation, sebelumnya dikenal sebagai Gama Corp., dengan saham di bidang perkebunan kelapa sawit, pengembangan properti, dan produksi semen.
Bekerja sama dengan Grup Ciputra, anak usaha properti KPN, Gama Land, membangun kawasan kota mandiri di Medan, Sumatera Utara pada 2024. Perusahaan semen milik keluarga Cemindo Gemilang mencatatkan sahamnya pada 2021 dan berhasil meraup 77 juta dolar AS. Perusahaan rumah sakit mereka Murni Sadar berhasil meraup 21 juta dolar AS melalui IPO pada 2022.
Martua Sitorus dijuluki sebagai raja minyak sawit Indonesia. Sebab, saat ini ia memiliki sejumlah pabrik pengolahan minyak sawit dan memiliki ratusan ribu hektar kebun kepada sawit. Total kekayaan bersihnya sebesar 3,5 miliar dollar AS.
Dia adalah sosok di balik berdirinya Wilmar International Ltd dengan salah satu produknya berupa minyak goreng dengan berbagai merek yang tersebar di seluruh dunia. Merek minyak goreng yang cukup terkenal di Indonesia, yakni Fortune dan Sania.