Raksasa Teknologi Berebut Bangun Artificial General Intelligence

21 Jun 2025 | Penulis: ikhsannews

Raksasa Teknologi Berebut Bangun Artificial General Intelligence

Perusahaan teknologi tengah berlomba-lomba untuk mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI), sebagai teknologi AI mutakhir yang digembor-gemborkan punya kemampuan yang sama–atau bahkan melampaui kecerdasan manusia. Meta misalnya, mengambil langkah ambisius dengan membangun tim AI baru bersamaan dengan investasi lebih dari 10 miliar dolar Amerika Serikat/AS di Scale AI (lebih dari Rp100 triliun), seperti dinukil dari Reuters.

The Verge melaporkan, investasi itu merupakan transaksi eksternal terbesar yang pernah dilakukan Meta, yang mana akan membuat perusahaan induk Facebook dan Instagram ini mengantongi 49 persen saham di Scale AI.

Langkah Meta tentu tak mengherankan, mengingat Scale AI sendiri dikenal sebagai startup pelabelan data terkemuka asal AS dan merupakan penyedia data berkualitas tinggi untuk pelatihan model AI bagi para industri teknologi terdepan, seperti OpenAI (pembuat ChatGPT), Google, dan Microsoft.

Di sisi lain, Meta juga tampaknya khawatir akan tertinggal dalam persaingan AI lantaran para rivalnya seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Microsoft, sudah lebih dulu unggul. Meta pada Mei lalu juga menunda peluncuran model andalannya yang baru, yang dijuluki “Behemoth”, di tengah kekhawatiran tentang kemampuannya dibandingkan dengan model pesaing.

“Investasi Meta di Scale AI kemungkinan adalah cara mereka untuk mengejar ketertinggalan, lantaran para pesaing utama di sektor teknologi sudah lebih dulu menjalin kemitraan dengan satu atau lebih perusahaan rintisan AI, demi memperbesar peluang sukses di bidang AI, baik untuk kebutuhan internal maupun produk luar,” mengutip The Verge, Selasa (10/6/2025).

Sebut saja Amazon, yang sudah menginvestasikan sekitar 8 miliar dolar AS di Anthropic (perusahaan rintisan AI yang didirikan oleh mantan petinggi OpenAI), dan teknologi Anthropic kini mendukung Alexa Plus milik Amazon.

Begitu pun Google yang telah menyuntikkan sedikitnya 3 miliar dolar AS kepada Anthropic, dan keduanya terlibat kontrak layanan cloud berskala besar. Sedangkan Microsoft diketahui telah menanamkan dana sekira 13 miliar dolar AS ke OpenAI, dan saat ini memperoleh bagian dari pendapatan perusahaan tersebut.

Kendati begitu, langkah Meta berinvestasi di Scale AI nyatanya memicu kekhawatiran di kalangan mitra lama Scale AI, seperti OpenAI. Beberapa hari pasca Meta diketahui menggelontorkan miliaran dolar di Scale AI dan mempekerjakan pendirinya, Alexandr Wang, untuk tim baru AI-nya, OpenAI memutus kerja samanya dengan Scale AI.

Dilansir Bloomberg, Juru bicara OpenAI bilang, pembuat ChatGPT tersebut sudah dalam proses mengurangi ketergantungannya pada Scale sebelum Meta, pesaing OpenAI, mengambil 49 persen saham di perusahaan tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya telah mencari penyedia lain untuk data yang lebih terspesialisasi yang dibutuhkan untuk mendukung model kecerdasan buatan yang semakin canggih.


Komentar