Prediksi Luhut hingga Janji Kampanye Gibran Soal Lapangan Kerja di Tengah Gelombang PHK

21 Jun 2025 | Penulis: mellanynews

Prediksi Luhut hingga Janji Kampanye Gibran Soal Lapangan Kerja di Tengah Gelombang PHK

Jakarta - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menerjang Indonesia pada kuartal pertama 2025. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan jumlah PHK telah mencapai 26.455 kasus per 20 Mei 2025.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri merinci kasus PHK itu sebagian besar terjadi di Jawa Tengah, Jakarta, dan Riau.

Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat jumlah PHK dari rentang waktu 1 Januari-10 Maret 2025 telah mencapai 73.992 kasus. Angka tersebut berdasarkan data jumlah peserta yang tidak lagi menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan dalam periode tersebut.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan fenomena tersebut, kendati demikian, dia memprediksi bahwa akan ada 67.870 lapangan pekerjaan baru pada akhir 2025.

“Pemutusan hubungan kerja (PHK) memang terjadi besar-besaran, tetapi kami prediksi nanti akan ada 67 ribu pekerjaan baru yang akan tersedia sebelum akhir tahun,” kata Luhut dalam agenda International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.

Puluhan ribu lapangan kerja baru itu disebut berasal dari dua jenama tekstil global yang berencana merelokasi perusahaan mereka ke Indonesia. Meskipun tidak merinci nama dua perusahaan tersebut, Luhut mengatakan, Indonesia punya peluang tinggi untuk menarik relokasi perusahaan di tengah pergeseran rantai pasok global.

Relokasi diperkirakan akan lebih menyasar kota-kota kecil dibandingkan dengan kota besar. Sehingga dapat menambah peluang untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi di banyak daerah. Lebih lanjut, Luhut merinci sebanyak 60.481 lapangan kerja akan tersedia di wilayah Jawa Tengah, di antaranya Brebes, Boyolali, Demak, Slawi, Batang, Kedungkelor, dan Pekalongan. Diperkirakan lapangan kerja baru itu disediakan oleh 10 pabrik.

Kemudian, sebanyak 1.520 lapangan kerja dari 2 pabrik akan tersedia di Banten, tepatnya Serang dan Tangerang.  5.469 lapangan kerja dari 11 pabrik akan tersedia di Jawa Barat, di antaranya Cirebon, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, Cimahi, dan Bekasi. Lalu, 400 lapangan kerja dari 1 pabrik di Pleret, Jawa Timur.

Prediksi soal lapangan kerja juga disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Menurut dia 6,2 juta lapangan kerja akan tercipta hingga 2030, yang berasal dari tiga sektor, yakni ketenagalistrikan, mineral dan batu bara, serta industri ekosistem kendaraan listrik.

“Kami butuh tenaga kerja sekitar 6,2 juta sampai 2030, itu tenaga kerja langsungnya,” ucap Bahlil Selasa, 3 Juni 2025, dilansir dari Antara.

Sebanyak 6,2 juta lapangan kerja tersebut tidak termasuk tenaga kerja tidak langsung yang akan terbangun dari aktivitas Kementerian ESDM di ketiga sektor tersebut. Menurut Bahlil terdapat 3.764 jenis pekerjaan di industri ESDM. Dia juga mengatakan transisi energi berpeluang menciptakan 487 jenis pekerjaan baru.

Pernyataan-pernyataan ini mengingatkan kembali pada janji Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 2024, yang akan membuka 19 juta lapangan kerja, dengan 5 juta di antaranya merupakan green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan. 

Putra sulung Presiden ke-7 RI itu, mengucapkan janji tersebut dalam pemaparan visi misinya di debat cawapres di Jakarta Convention Center atau JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad, 21 Januari 2024.

Menurut Gibran, janji itu bakal terwujud jika agenda hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi mejuju energi hijau, ekonomi kreatif, dan UMKM bisa dikawal. "Insya Allah akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan perempuan, 5 juta di anatranya adalah green jobs," ujar Gibran. Mantan Wali Kota Solo itu menjelaskan, green jobs merupakan peluang kerja di bidang kelestarian lingkungan. Dia meyakini, green jobs adalah tren peluang kerja masa kini dan masa depan.


Komentar