Gunung Raung Erupsi 2 Kali Subuh Tadi, Tinggi Abu 400 Meter

21 Jun 2025 | Penulis: azizheadline

Gunung Raung Erupsi 2 Kali Subuh Tadi, Tinggi Abu 400 Meter

Jember - Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi di Jawa Timur meletus dua kali sejak dinihari tadi hingga pagi ini, Sabtu 21 Juni 2025. Pos pengamatan di Kampung Mangaran, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, melaporkan erupsi terjadi paa pukul 03.18 WIB dan 05.59 WIB tadi.

Burhan Alethea, petugas Pos Pengamatan Gunung Raung mengatakan kolom abu sempat tidak teramati pada letusan pertama. Sedangkan abu pada erupsi menjelang fajar setinggi sekitar 400 meter dari puncak.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara," kata Burhan dalam laporan resmi, Sabtu, 21 Juni 2025.

Gunung Raung juga sempet erupsi pada pukul 21.21 WIB pada Jumat malam, 20 Juni 20205, dengan kolom abu setinggi 1.500 meter ke arah barat. Rekaman seismiknya didominasi tremor menerus dengan amplitudo maksimum 3 milimeter.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengatakan status Gunung Raung masih tetap Waspada. Semburan abu Gunung Raung dalam erupsi yang terjadi pada Kamis subuh, 19 Juni, sempat menembs ketinggian 2 kilometer. Pos pengamatan bahkan melihat sinar api setinggi 50 meter di area kawah, sehari berikutnya. Intensitas panas yang dikeluarkan diduga masih pada level rendah.

“Berasosiasi dengan kemunculan gas bersuhu tinggi pada sistem konduit yang sudah terbuka akibat rangkaian erupsi sejak 5 Juni lalu" ujar Wafid dalam keterangan tertulis.

Pengamatan dengan menggunakan citra satelit thermal menunjukkan anomali panas secara visual dari dasar kawah Gunung Raung pada 18 Juni 2025, sedangkan pada 20 Juni 2025 tidak terdeteksi adanya anomali thermal.

Rangkaian erupsi Raung [pada 5-20 Juni 2025 menghasilkan material dominan berupa material berukuran abu yang sebarannya sebagian besar terbatas di sekitar kawah sehingga tidak menimbulkan perubahan ancaman bahaya.

"Tingkat aktivitas Gunung Raung dinilai masih relevan pada level Waspada. Masyarakat direkomendasikan tidak beraktivitas pada radius 3 kilometer dari puncak," ujar Wafid.


Komentar