Langkah evakuasi ini diambil setelah Kemenko Polkam menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kesiapan pemulangan 386 WNI yang kini berada di Iran. Kemenko Polkam bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu), TNI, BIN, Kemenko PMK, dan Kemendagri bekerja sama dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di kawasan terdampak.
Pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan nota diplomatik dan membuka saluran komunikasi darurat untuk WNI yang berada di zona konflik. WNI di Iran dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari perwakilan Indonesia, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyampaikan bahwa evakuasi ini hanya dapat dilakukan melalui jalur darat karena pesawat tidak dapat memasuki wilayah udara Iran. “Pesawat tidak bisa ke sana. Satu-satunya jalur darat,” ujar Sugiono di St Petersburg, Rusia, pada Rabu (18/6).
Saat ini, terdapat sekitar 380 WNI di Iran, mayoritas berada di Teheran. Kemlu juga telah memerintahkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk melakukan asesmen terhadap rencana evakuasi dan mempersiapkan langkah-langkah kontingensi. Kesiagaan di Kedubes RI di Teheran kini telah ditingkatkan dari status siaga 2 menjadi siaga 1.
Sugiono menambahkan bahwa komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran telah dilakukan untuk memastikan kelancaran akses lintas perbatasan bagi WNI selama proses evakuasi. “Kami telah berkoordinasi dengan negara-negara tetangga Iran agar WNI bisa melewati perbatasan dengan lancar, mengingat situasi yang semakin memburuk,” tandasnya.