Dari Rudal ke Siber, Israel Lumpuhkan Sistem Bank Iran

21 Jun 2025 | Penulis: tariupdate

Dari Rudal ke Siber, Israel Lumpuhkan Sistem Bank Iran

Bayangkan kehilangan akses ke lembaga perbankan di tengah situasi kaos. Tak ada uang yang bisa dikeluarkan dan tak ada barang yang bisa dibeli.

Kondisi itu kini sedang diderita oleh masyarakat Iran yang tak bisa menarik uang mereka dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di seluruh wilayah Negara Para Mullah tersebut.

Dilansir dari Iran International, sejumlah ATM lintas perbankan di Teheran dan provinsi lainnya di Iran mendadak tak bisa beroperasi sejak Minggu, 15 Juni 2025. Akibatnya masyarakat di sana tak bisa menarik uang tunai mereka.

Bukan cuma ATM, bahkan layanan perbankan digital juga ikut terdisrupsi dan tak bisa digunakan. Hal itu menimbulkan kepanikan bagi warga Iran yang hendak mengungsi dan meninggalkan rumah mereka, sejak invasi misil rudal Israel ke Negara Persia, Jumat (13/6/2025).

Usai kepanikan demi kepanikan merajalela di wilayah Iran akibat diretasnya sistem perbankan, sekelompok pelaku peretasan kemudian mengakui mengenai aksi peretasan tersebut. Kelompok peretas siber itu mengklaim diri mereka sebagai Predatory Sparrow atau di dalam Bahasa Persia disebut dengan ‘Gonjeshke Darande’.

Dalam unggahan mereka di media sosial pada Selasa (17/6/2025), akun @GonjeshkeDarand mengklaim telah merusak data milik nasabah Bank Sepah. Bank tersebut adalah lembaga perbankan negara milik Iran yang menjadi penopang ekonomi sejak 1925.

Benar saja, saat Tirto mencoba mengakses situs resmi Bank Sepah, pada Rabu, 18 Juni 2025, tidak ada respons. Ini bisa menjadi indikasi situs masih dalam kondisi teretas.

Sebagai kelompok peretas anti-pemeritah Iran, Gonjeshke Darande mengakui bahwa mereka bergerak sendiri tanpa ada kaitan dengan pemerintah Israel. Mereka mengklaim telah menghancurkan data nasabah bank milik Korps Garda Revolusi Islam.

“‘Bank Sepah’ adalah lembaga yang menghindari sanksi internasional dan menggunakan uang rakyat Iran untuk membiayai proksi teroris rezim tersebut, program rudal balistiknya, dan program nuklir militernya,” begitu tulis unggahan akun tersebut, Selasa (17/6/2025).

Kantor Berita Fars, yang terkait dengan Garda Revolusi, mengonfirmasi serangan siber yang mengganggu layanan jarak jauh Bank Sepah. Mereka juga mengingatkan kemungkinan pemadaman pompa bensin karena integrasi bank untuk beberapa gerai pengisian bahan bakar.

Sementara itu Bank Sentral Iran (CBI) sempat mengumumkan infrastruktur perbankan stabil dan layanan beroperasi secara normal. Namun, saat Tirto mencoba mengakses situs resmi CBI, situs tersebut tidak bisa diakses.

Selain di Teheran, masyarakat Iran di kota lain juga tak mulai kehilangan jaringan telekomunikasi. Selain karena jaringan internet yang merosot drastis, masyarakat mulai kehabisan uang tunai untuk membeli kuota internet.

Kekacauan akibat peretasan sistem keuangan dan perbankan tidak hanya dialami di di dalam negeri Iran, namun juga warga negara Iran di mancanegara. Mereka kehilangan akses atas perbankan dan akibatnya tidak bisa menarik uang tunai di ATM, bahkan ketika mereka di luar negeri.

Karena kejadian itu seorang warga Iran tak bisa membayar akomodasi perjalanan ke luar negeri yang telah digunakan. "Kami datang untuk perjalanan satu minggu, sekarang kami tidak dapat membayar hotel," kata seorang warga Iran yang menjadi turis di Turki, dikutip dari Iran International.


Komentar