Banjir Rob Masih Rendam Jalur Pantura Semarang-Demak, Picu Macet Panjang

21 Jun 2025 | Penulis: shafranmedia

Banjir Rob Masih Rendam Jalur Pantura Semarang-Demak, Picu Macet Panjang

Demak - Jalan nasional jalur pantai utara atau Pantura Semarang-Demak kembali dilanda banjir akibat air pasang paada Rabu pagi, 18 Juni 2025. Banjir rob rutin merendam lokasi tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang disiarkan di kanal YouTube Dinas Perhubungan Kabupaten Demak, kedua ruas Pantura Semarang-Demak terendam banjir. Air menggenangi seluruh badan jalan di depan kompleks kantor Polytron Kecamatan Sayung.

Para pengendara memilih lajur sisi tengah yang lebih tinggi. Antrean kendaraan kemudian memicu macet panjang dari arah Kota Semarang maupun Kabupaten Demak. Banjir pasang terjadi di tengah kepadatan lalu lintas pada jam berangkat bekerja.

Banjir juga menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua mogok. Merujuk rekaman kamera pengawas yang sama, ada beberapa pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraan menerjang banjir di tengah kemacetan.

Kepadatan juga terlihat di jalan inspeksi di sisi utara jalur tersebut. Jalur ini dilewati oleh banyak pengendara sepeda motor lantaran tak terendam banjir, sehingga memicu antrean.

Target Proyek Tanggul Laut

Pemerintah Jawa Tengah sedang berupaya mengurangi dampak rangkaian banjir rob tersebut dengan proyek tanggul laut yang sekaligus akan menjadi jalan Tol Semarang-Demak. Proyek itu berada di sisi utara Kecamatan Sayung

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya menyatakan tanggul laut di pesisir Kota Semarang akan difungsikan mulai Januari 2026. Proyek tanggul laut yang sekaligus merupakan jalur Tol Semarang-Demak itu hanya menyisakan konstruksi Seksi 1 yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Adapun Seksi 2 yang mengaitkan Sayung-Demak telah beroperasi.

"Januari nanti sudah fungsional, belum operasional," kata Luthfi ketika meninjau proyek pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan di Semarang pada 27 Mei 2025.

Pada awal tahun depan, tanggul itu direncanakan menutup seluruh pesisir yang berada di dalam kurva Tol Semarang-Demak. Meski jalur tol di atasnya belum sepenuhnya rampung, fungsi tanggul laut akan memisahkan pesisir dengan laut lepas.

Maleh Dadi Segoro, koalisi masyarakat sipil yang memperhatikan krisis sosial ekologis, sampai sekarang masih ragu Tol Semarang-Demak bisa menahan banjir pesisir. Pasalnya, penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) jalur bebas hambatan merangkap tanggul laut itu tak melibatkan perwakilan masyarakat sipil.

Menurut koalisi ini, Amdal tersebut belum dilengkapi kajian ihwal potensi perubahan arus laut, amblesan tanah, dan sejarah banjir rob di Semarang. Di dalam Amdal itu, perubahan arus laut diidentifikasi hanya terjadi pada tahap konstruksi. Sifat kesimpulan itu juga masih sebatas dugaan. Namun, pemerintah malah berencana memperpanjang tanggul laut tersebut.


Komentar