Bola.net - Dua kali juara WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, hampir dipastikan pindah ke MotoGP pada 2026 tanpa memakai nomor balap kesayangannya, 54. Sebab, nomor itu sudah terlebih dahulu dipakai rider BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer, yang menjalani debutnya di kelas para raja musim ini.
Aldeguer diketahui selalu memakai nomor tersebut sejak berlaga di Grand Prix. Nomor tersebut ia ambil dari tanggal ulang tahunnya. Rider asal Murcia, Spanyol, ini diketahui lahir pada tanggal 5 pada bulan April, yang merupakan bulan keempat dalam kalender Masehi, pada tahun 2005.
Di lain sisi, Razgatlioglu memakai nomor balap 54 karena berasal dari daerah Sakarya, Turki, dan nomor ini merupakan kode plat daerah tersebut. Selain itu, Razgatlioglu juga memakai nomor ini untuk menghormati mentornya yang juga merupakan lima kali juara WorldSSP, Kenan Sofuoglu.
Meski tak ada aturan resmi, MotoGP memiliki 'gentlemen's agreement' yang menyatakan bahwa jika dua rider memiliki nomor yang sama, maka rider yang tiba di MotoGP terlebih dahulu lah yang berhak memakai nomor tersebut.
Namun, Razgatlioglu bukanlah satu-satunya pembalap yang pusing harus mencari nomor balap lain ketika balapan di MotoGP. Ada banyak pembalap yang harus ganti nomor akibat nomor kesayangannya sudah dicomot pembalap lain. Siapa saja sih mereka? Berikut ulasannya.
3 Pembalap Rebutan Nomor 12
Saat menjalani debut MotoGP pada 2015, Maverick Vinales menggunakan nomor 25 meski sempat memakai 12 saat anak-anak. Setelah Thomas Luthi, yang juga identik dengan 12, hengkang dari MotoGP pada akhir 2018, Vinales mengganti nomornya menjadi 12. Nomor 25 pun dipakai Raul Fernandez sejak naik ke MotoGP pada 2022.
Luthi pun kembali ke Moto2 pada 2019, ketika Marco Bezzecchi juga naik ke kelas tersebut dari Moto3. Luthi lagi-lagi memakai 12, sehingga 'Bez', yang juga biasa memakai nomor itu, tak bisa memakainya. Alhasil, Bezzecchi harus mengganti nomornya menjadi 72 karena menurutnya angka 7 mirip dengan angka 1. Angka 72 pun kembali ia pakai ketika naik ke MotoGP pada 2022, karena Vinales masih memakai nomor 12.
Sahabat Bezzecchi, Franco Morbidelli, juga sempat memakai nomor 12 pada masa juniornya. Namun, ketika ia menjalani debut di Moto2 pada 2014, nomor itu sudah digunakan oleh Luthi. Alhasil, Morbidelli harus memakai nomor 21 dan nomor itu ia pakai sampai sekarang di MotoGP.
37 Jadi Sengketa Pedro Acosta vs Augusto Fernandez
Pedro Acosta dan Augusto Fernandez diketahui sama-sama memakai nomor balap 37, dan hal ini jadi kendala ketika Acosta menyusul Fernandez ke Moto2 pada 2022. Mengingat Fernandez lebih dulu berlaga di Moto2, maka Acosta harus mengubah nomornya, dan ia pun memakai nomor 51.
Saat Fernandez naik ke MotoGP pada 2023, Acosta yang masih berlaga di Moto2 kembali memakai 37. Namun, Acosta menyusul Fernandez ke MotoGP pada 2024, sehingga 'El Tiburon' harus ganti nomor lagi. Sayangnya, Acosta tak bisa memakai nomor 51, karena nomor itu merupakan milik test rider Ducati, Michele Pirro.
Acosta akhirnya memilih 31 untuk digunakan di MotoGP 2024, karena menurutnya angka 1 mirip dengan angka 7. Namun, setelah Fernandez terdepak dari MotoGP pada akhir musim dan jadi test rider Yamaha, ia merelakan Acosta kembali menggunakan nomor 37 pada musim 2025. Fernandez kini turun lintasan dengan nomor 7.
Keramatnya Angka 4 Berkat Idola
Andrea Dovizioso dikenal sebagai fans berat juara dunia GP500 1993, Kevin Schwantz, yang identik dengan nomor 34. Saat naik ke MotoGP pada 2008, Dovizioso ingin memakai nomor tersebut, tetapi nomor 34 dipensiunkan dari MotoGP demi menghormati Schwantz yang pensiun pada 1995. Alhasil, Dovizioso memakai nomor 4.
Di lain sisi, Pol Espargaro, mengidolakan Alex Barros yang juga dikenal memakai nomor 4 selama berkarier di MotoGP. Espargaro pun naik ke MotoGP pada 2014 tetapi tak bisa memakai nomor 4 karena nomor tersebut telah dipakai oleh Dovizioso. Alhasil, 'Polyccio' harus memakai nomor 44.
Angka 88 Jadi Bahan Negosiasi Jorge Martin vs Miguel Oliveira
Keputusan Pol Espargaro memakai nomor 44 di MotoGP bikin Miguel Oliveira harus ganti nomor ketika naik ke kelas para raja pada 2019. Padahal, Oliveira sudah memakai nomor 44 sejak lama. Alhasil, ia memakai nomor 88 sebagai hasil kelipatan angka 44.
Uniknya, keputusan Oliveira memakai nomor 88 juga bikin Jorge Martin ganti nomor balap ketika menyusul ke MotoGP pada 2021. Selama berlaga di Moto3 dan Moto2, ia memakai nomor 88. Alhasil, Martin memilih nomor 89 karena mirip dengan 88.
Saat Espargaro tak lagi menjadi pembalap reguler di MotoGP sejak akhir 2023, Martin sempat merayu Oliveira kembali memakai 44 pada 2024 agar ia bisa kembali memakai 88. Namun, Oliveira menolak.
Polemik Angka 21
Saat berlaga di kelas Moto3, Pecco Bagnaia selalu memakai nomor balap 21. Namun, saat naik ke Moto2 pada 2017, ia tak bisa memakainya karena sudah dipakai oleh Franco Morbidelli. Ia pun memutuskan untuk melipatgandakannya menjadi 42.
Pada 2019, Bagnaia pun naik ke MotoGP. Sayangnya, ia tak bisa memakai nomor 21 dan 42, karena 21 masih dipakai Morbidelli dan 42 sudah dipakai oleh Alex Rins. Alhasil, Bagnaia memilih pakai nomor 63 karena merupakan tiga kali kelipatan angka 21.
Angka 21 juga merupakan nomor balap Fabio di Giannantonio di Moto3 dan Moto2, karena ia mengidolakan legenda WorldSBK, Troy Bayliss. Namun, saat ia naik ke MotoGP pada 2023, nomor itu sudah dipakai Morbidelli. Ia akhirnya memilih nomor 49 hanya karena belum pernah ada rider yang memakainya dalam sejarah MotoGP.
Ketika Rider Gaek Mengalah pada yang Muda
Sejak berlaga di Moto3 pada 2016 lalu, Joan Mir selalu memakai nomor 36. Ini adalah nomor balap sang sepupu, Joan Perello, yang pernah turun di GP125 2011 dan kemudian pensiun. Usai Perello gantung helm dan tak lagi berkompetisi di ajang mana pun, Mir memutuskan memakai nomor itu sebagai tanda rasa hormat.
Namun, Mir sempat nyaris ganti nomor ketika naik ke MotoGP pada 2019, karena nomor 36 sudah sangat identik dengan Mika Kallio. Namun, Kallio yang saat itu tak lagi jadi pembalap reguler MotoGP dan beralih jabatan sebagai test rider KTM, memilih mengalah pada Mir dan mengganti nomor balapnya menjadi 82.
2 Legenda Jepang Bikin 2 Rider Ganti Nomor
Selama berkarier di Grand Prix, Aleix Espargaro selalu memakai nomor 41. Nomor ini ia pilih sebagai tribut untuk eks pembalap GP125 asal Jepang, Youichi Ui. Nomor ini juga digunakan oleh Brad Binder ketika berlaga di kelas Moto3 dan Moto2. Binder sendiri memakai nomor itu karena mengidolakan legenda Jepang lainnya, Noriyuki Haga.
Namun, ketika Binder naik ke MotoGP pada 2020, ia tak bisa memakai nomor ini karena sudah dipakai oleh Espargaro. Ia pun mencari-cari nomor lain, dan keputusan jatuh ke angka 33, yang menurutnya mirip dengan inisial namanya, BB. Namun, nomor 33 juga digunakan oleh Enea Bastianini di kelas-kelas yang lebih ringan.
'Bestia' memakai nomor 33 karena ia pertama kali mengendarai minibike dalam usia 3 tahun 3 bulan. Namun, ketika naik ke MotoGP pada 2021, ia terpaksa ganti nomor karena 33 sudah dipakai oleh Binder. Ia akhirnya memilih nomor 23 karena mengidolakan legenda basket, Michael Jordan.
Kisah Alex Marquez 'Terpaksa' Pakai Nomor 73
Sejak berlaga di kelas Moto2 pada 2015, Alex Marquez selalu memakai nomor 73. Ini adalah nomor kesekian yang ia pakai sepanjang kariernya. Ia sejatinya menganggap nomor 23 sebagai angka favoritnya, dan angka ini ia pakai saat berlaga di CEV Moto3 (kini JuniorGP).
Namun, saat berlaga di Moto3 pada 2012, ia harus ganti ke nomor 12 karena 23 sudah terlebih dahulu dipakai oleh Niccolo Antonelli. Saat naik ke Moto2 pada 2015, ia kembali ingin memakai nomor 23, tetapi sudah dipakai oleh Marcel Schrotter.
Alhasil, Alex Marquez memilih angka 73 sebagai nomor balapnya sampai sekarang, hanya itu merupakan hasil pengurangan angka 96 dan 23. Sebagai catatan, Alex Marquez lahir pada tanggal 23 April 1996.