Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria menargetkan seluruh perusahaan milik negara untuk masuk ke dalam Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada akhir bulan Juni ini.
"Insyaallah mudah-mudahan, tentu sebelum RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sudah kami lakukan inbreng sekaligus," ucapnya, dikutip Antara.
Nantinya, BUMN yang berstatus Perseroan Terbatas (PT) asetnya akan dikelola Danantara, baik investasi maupun operasional. Namun, nasib Perusahaan Umum (Perum) masih dilakukan kajian.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi suatu perusahaan dalam pengelolaannya dan mampu menambah daya saing global, terlebih aset Danantara yang fantastis mencapai Rp14,6 kuadriliun. Sehingga, menempatkannya sebagai lembaga dana abadi terbesar kedelapan di dunia.
Adapun, Ekonom Universitas Gajah Mada Eddy Junarsin menyatakan lembaga tersebut dapat menurunkan performa BUMN. Sebab, kebijakan ini menambah lapisan yang membuat proses birokrasi semakin panjang.
“Manfaat Danantara itu lebih ke defensif bukan ofensif. Artinya, transparansi dan tata kelola mungkin membaik namun performa dan inovasi belum tentu,” ujarnya, dikutip laman resmi UGM.