Selain Indonesia, Yaman Juga Dapat Kucuran Dana Bank Dunia

20 Jun 2025 | Penulis: gilang.news

Selain Indonesia, Yaman Juga Dapat Kucuran Dana Bank Dunia

PACMANNEWS.COM, Jakarta - Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia atau World Bank telah menyetujui hibah baru sebesar USD 30 juta untuk Yaman, guna memperkuat infrastruktur keuangan digital dan menjaga akses terhadap pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah yang paling tertinggal.

Sebelumnya, Bank Dunia juga memberikan hibah senilai USD 2,128 Miliar atau Rp 34 triliun kepada Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan akses terhadap energi bersih di seluruh Indonesia.

 

Di Yaman, Bank Dunia mempunyai misi untuk mendukung dua program baru yang bertujuan memperluas akses terhadap layanan penting sekaligus memperkuat ketahanan kelembagaan negara. Hibah pertama sebesar USD 20 juta akan digunakan untuk mendanai Yemen Financial Market Infrastructure and Inclusion Project, yang dilaksanakan oleh UNDP (Program Pembangunan PBB). Hibah kedua sebesar USD 10 juta akan mendukung Sustaining Education and Learning Project, yang dikelola oleh UNICEF.

 

Menurut Bank Dunia dalam laman yang diterbitkan 17 Juni 2025, setelah lebih dari satu dekade dilanda konflik, Yaman masih termasuk dalam kategori negara yang paling rapuh dan miskin di dunia. Krisis berkepanjangan telah menyebabkan terganggunya layanan publik, terpecahnya lembaga pemerintahan, dan terkikisnya kualitas sumber daya manusia. 

Saat ini, lebih dari 60 persen rumah tangga di Yaman mengalami kekurangan pangan, sementara akses terhadap pendidikan bermutu dan layanan keuangan formal masih sangat terbatas, khususnya bagi perempuan dan masyarakat pedesaan. Dukungan Bank Dunia terhadap Yaman difokuskan pada penyediaan layanan esensial sambil membangun fondasi untuk pemulihan jangka menengah.

 

“Dua proyek baru ini menunjukkan komitmen berkelanjutan kami dalam mendampingi masyarakat Yaman memenuhi kebutuhan mendesak mereka,” ujar Dina Abu-Ghaida, Country Manager Bank Dunia untuk Yaman. “Dengan berinvestasi pada infrastruktur inti, agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan keluarga memiliki akses ke layanan keuangan,kami ingin menjaga kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat layanan publik yang inklusif dan tangguh.”

Program Yemen Financial Market Infrastructure and Inclusion akan mendukung pengembangan sistem pembayaran digital, termasuk sistem pembayaran cepat (Fast Payment System) dan sistem penyelesaian transaksi bruto waktu nyata (Real Time Gross Settlement) yang berada di bawah otoritas Bank Sentral di Aden. Proyek ini juga akan mendorong keterhubungan antar lembaga keuangan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi anti-pencucian uang, serta memperluas titik layanan keuangan digital di wilayah yang belum terlayani.

Selain itu, proyek ini akan memungkinkan digitalisasi transfer tunai, pembayaran pemerintah, dan pengiriman uang (remitansi)—yang merupakan sumber penghasilan penting bagi rumah tangga rentan.

Sementara itu, Sustaining Education and Learning Project akan membantu memastikan sekolah tetap buka dan beroperasi di distrik-distrik rentan yang menjadi target program. Dana hibah akan digunakan untuk rehabilitasi fasilitas sekolah, pembangunan ruang kelas dan fasilitas air bersih, sanitasi, serta kebersihan (WASH), dan pemberian hibah operasional kepada sekolah yang dikelola oleh komunitas lokal. 

Program ini juga akan memperkuat sistem data pendidikan dan membangun kapasitas daerah dalam perencanaan serta pemantauan layanan pendidikan. Proyek ini merupakan kelanjutan dari pengalaman program sebelumnya, dengan perhatian khusus pada peningkatan akses pendidikan bagi anak perempuan di daerah terpencil.

Kedua proyek ini merupakan bagian dari strategi lebih luas Bank Dunia dalam menjaga keberlangsungan layanan dasar, melindungi kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat kelembagaan di tengah situasi krisis yang masih berlangsung. Dengan berinvestasi di sektor pendidikan dan sistem keuangan digital, Bank Dunia bersama para mitranya berupaya membuka peluang yang lebih besar, mendorong inklusi, dan membantu masyarakat bergerak menuju pemulihan dan stabilitas.

 

 


Komentar