Mubadala, dana abadi milik Abu Dhabi, mengungkapkan kepemilikan Bitcoin senilai US$408,5 juta atau setara dengan Rp6,7 triliun melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, menurut laporan 13F terbaru.
Langkah tersebut memperkuat tren masuknya institusi ke Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang mencatat arus masuk besar sepanjang Mei. IBIT BlackRock terus menjadi pilihan utama investor institusi, dengan arus masuk harian signifikan di tengah volatilitas pasar.
Investasi ini terjadi di tengah intensifnya dialog antara pemimpin kebijakan crypto AS dan Uni Emirat Arab. Ketua Bidang AI dan Crypto Gedung Putih David Sacks bertemu dengan pejabat tinggi UEA untuk membahas masa depan aset digital dan kecerdasan buatan.
Dalam forum tersebut, Eric Trump menegaskan Bitcoin (BTC) sebagai aset global dan pelindung nilai terhadap inflasi maupun ketidakpastian ekonomi, serta memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai US$1 juta.
Secara keseluruhan, investasi besar Mubadala di IBIT menegaskan kepercayaan institusi besar terhadap prospek Bitcoin dan memperkuat posisi ETF Bitcoin sebagai instrumen utama bagi investor global yang ingin mendapatkan eksposur ke aset digital.
Sementara itu, Indonesia melalui Danantara yang diusulkan untuk membeli Bitcoin bisa menjadi SWF Institute terbesar ke-8 dan memiliki dana lebih besar dari dana abadi Mubadala yang berada di posisi ke-13.