PT Bank Victoria Tbk (BVIC) mencatatkan laba bersih sebesar Rp35,62 miliar, atau naik 6,83 persen pada kuartal I-2025.
Dalam keterangan tertulis Jumat (20/6/2025), aset bank Victoria mencapai Rp31,46 triliun atau naik 8,41 persen dari sebelumnya sebesar Rp29,02 triliun per 31 Maret 2024. Sedangkan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp22,27 triliun, mengalami peningkatan sebesar 2,60 persen dari sebelumnya Rp21,70 triliun per 31 Maret 2024.
"Pinjaman yang diberikan menjadi Rp19,99 triliun per 31 Maret 2025 atau naik 5,06 persen dari Rp19,03 triliun per 31 Maret 2024," tutur Manajemen.
Bank Victoria juga selalu menjaga kepatuhan terkait pinjaman yang diberikan yang ditunjukkan oleh tidak adanya pelanggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK). Adapun hasil pemeringkatan tahunan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tanggal 17 Maret 2025 menetapkan Rating Bank berada pada peringkat idA-/Stable (Single A Minus; Stable Outook).
"Hal ini menunjukkan bahwa kelayakan investasi pada Bank Victoria termasuk surat berharga yang diterbitkan tergolong baik dan dalam kategori investment grade," katanya.
Seiring dengan perkembangan digitalisasi keuangan khususnya digitalisasi perbankan, saat ini Bank tengah melanjutkan pelaksanaan transformasi digital untuk dapat memberikan dan menyediakan solusi layanan dan produk digital.
Pada 2024, Bank telah meluncurkan Victoria Mobile sebagai salah satu upaya Bank dalam menghadirkan inovasi layanan dan produk digital, sehingga memudahkan nasabah ataupun non nasabah untuk dapat menikmati layanan dan produk perbankan dimanapun dan kapanpun tanpa harus datang ke kantor cabang.
Sementara di 2025, perseroan tengah melakukan pengembangan teknologi dan meningkatkan kapabilitas infrasturktur teknologi serta melakukan kolaborasi dengan lembaga keuangan, startup maupun financial technology untuk dapat menghadirkan layanan dan produk yang lebih lengkap dan dapat menggapai potensi pasar yang lebih luas.
Adapun sesuai dengan Rencana Bisnis Bank di tahun 2025, pada 5 Juni 2025 perseroan telah melakukan
penjualan saham PT Bank Victoria Syariah sebanyak 209.982.683 saham atau sebesar 19,80 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Dari transaksi tersebut, Bank mendapatkan keuntungan sebesar Rp100,6 miliar. "Hasil penjualan
tersebut berdampak positif pada peningkatan Modal Inti Bank," tutur Manajemen. Selain itu, pada 17 Juni 2025 PT Victoria Investama Tbk melakukan Exercise waran sebanyak 2.566.666.664 waran atau sebesar
Rp256,6 miliar. Dengan demikian, modal inti bank per Juni 2025 diproyeksikan meningkat menjadi sebesar Rp4 triliun.