Kompetisi Inovator Muda Indonesia dalam Membentuk Masa Depan Kota Cerdas

20 Jun 2025 | Penulis: tessajournal

Kompetisi Inovator Muda Indonesia dalam Membentuk Masa Depan Kota Cerdas

Sebanyak 13 startup terpilih dari berbagai daerah di Indonesia berlomba-lomba untuk mempresentasikan ide-ide inovatif dan memperoleh akses mendapatkan pendanaan dari para investor.

Mereka bergerak di sektor startup yang beragam, mulai dari industri manufaktur, energi baru terbarukan, dan terbanyak adalah artificial intelligence (AI).

Gelaran Startup Festival 2025: Final Pitching & Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Smart City and Community Innovation Center (SCCIC) ITB dan ICESCO (Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization). Acara ini menjadi panggung bagi 13 finalis terpilih untuk mempresentasikan ide-ide brilian mereka yang mengangkat tema seputar Smart Cities, Sustainable Innovation, Circular Economy, dan Innovative SMEs.

Ketigabelas finalis tersebut dipilih melalui proses seleksi ketat dan dikelompokkan ke dalam empat fokus strategis yakni Smart Cities, Sustainable Innovation, Circular Economy, dan Innovative SMEs.

“Ketiga belas startup ini menunjukkan potensi luar biasa generasi muda Indonesia dalam membentuk masa depan kota cerdas dan berkelanjutan,” ujar Kepala Smart City and Community Innovation Center (SCCIC) Suhono Harso Supangkat, Kamis (19/6/2025).

Suhono menyampaikan, acara yang digelar dengan bekerja sama dengan The Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO) ini dihadiri lebih dari 130 peserta secara hibrida, termasuk perwakilan dari instansi pemerintah, pelaku usaha startup dan UMKM, serta perusahaan nasional terkemuka.

"Dengan dukungan kuat dari kalangan akademisi, pemerintah, dan mitra internasional, Startup Festival 2025 menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi yang berdampak dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)," katanya.

Sebagai informasi, Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar mengatakan, kondisi tech winter yaitu periode minimnya minat dan investasi di sektor teknologi seperti startup, masih berlanjut hingga 2025.

Terlebih lagi, Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda mengungkapkan, pendanaan investor untuk startup digital terus menurun sejak 2021. Dari total investasi Rp140 triliun, turun menjadi Rp68 triliun pada 2022 dan makin turun pada 2023.

Penurunan ini juga tercermin dalam laporan e-Conomy 2024, di mana pendanaan swasta hanya mencapai US$0,3 miliar pada semester I-2024, di mana angka terendah sejak beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, tingginya suku bunga global dan ketidakpastian ekonomi pasca terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS turut menambah tekanan. Investor cenderung memilih instrumen yang lebih aman, meninggalkan startup digital yang berisiko tinggi.

Meski situasi masih menantang, para pengamat dan pelaku industri optimistis startup yang mampu beradaptasi akan bertahan dan bahkan tumbuh lebih kuat.


Komentar