KKP Ungkap Penyelundupan 1.950 Telur Penyu dan Amankan Dua Kapal Asing

20 Jun 2025 | Penulis: tinanews

KKP Ungkap Penyelundupan 1.950 Telur Penyu dan Amankan Dua Kapal Asing

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap upaya penyelundupan 1.950 butir telur penyu ilegal di Pelabuhan Umum Kapet Sintete, Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan, penindakan ini merupakan bagian dari upaya konsisten KKP dalam menegakkan hukum di laut Indonesia.

"Tim kami bersama Balai Karantina Wilker Sintete berhasil mengamankan 1.950 butir telur penyu yang diperdagangkan secara ilegal di Pelabuhan Umum Kapet Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat," kata Pung, Jumat (20/6/2025).

Tim gabungan Pengawas Perikanan PSDKP Sambas dan tim Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Wilker Sintete telah mengamankan ribuan telur penyu yang disebut tanpa identitas pemilik atau penerima.

Seluruh barang bukti telah telah diamankan di Kantor PSDKP Sambas untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait jaringan pelaku.

Pung menegaskan pihaknya tak main-main untuk mengungkap siapa pemilik dan penerima telur penyu ilegal tersebut.

“Saya mengimbau dan tegaskan kepada para pelaku penyelundup telur penyu ilegal untuk jangan main-main, kami akan selalu ada dan hadir untuk menindak tegas segala aktivitas perdagangan maupun penyelundupan telur penyu ilegal,” kata dia.

Selain menggagalkan penyelundupan telur penyu, KKP juga berhasil menangkap dua kapal asing di WPP-NRI 716 Laut Sulawesi, yaitu FB. ANNIE GRACE (65,22 GT) dan LPO-2 (31 GT).

KKP Ungkap Penyelundupan 1.950 Telur Penyu dan Amankan Dua Kapal Asing (KKP)

"Masing-masing berperan sebagai kapal penangkap dan kapal lampu. Sebanyak 17 awak kapal asal Filipina turut diamankan," kata dia.

Sementara itu, KP ORCA 04 juga berhasil menertibkan 21 rumpon ilegal di WPP-NRI 717 Perairan Samudera Pasifik yang diduga milik nelayan Filipina.

"Rumpon tersebut diduga digunakan untuk mengumpulkan ikan sebagai titik tangkap kapal asing," katanya.


Komentar