Kejagung Periksa Nadiem Makarim Soal Korupsi Laptop Senin Depan

20 Jun 2025 | Penulis: ariefcontent

Kejagung Periksa Nadiem Makarim Soal Korupsi Laptop Senin Depan

PACMANNEWS.COM, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemeriksaan mantan Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

 “Penyidik sudah melakukan penjadwalan dan pemanggilan terhadap Saudara Nadiem Makarim untuk diperiksa sebagai saksi pada hari Senin tanggal 23 Juni 2025,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar kepada wartawan, Jumat, 20 Juni 2025.


 Rencananya pemeriksaan Nadiem akan dimulai pukul 9.00 WIB di Gedung Bundar, Kantor Kejaksaan Agung RI. Adapun surat pemanggilan tersebut telah dikirimkan tim Penyidik Kejagung pada Selasa, 17 Juni 2025 lalu.

Kejaksaan Agung menduga terjadi korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook senilai lebih dari Rp 9,9 triliun dalam program digitalisasi pendidikan periode 2020-2022. Salah satu isu dalam penyidikan ini ada dugaan kebijakan mengubah spesifikasi laptop sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah. 

Harli mengatakan, pemeriksaan yang nantinya dilakukan berkaitan dengan peran Nadiem sebagai menteri yang menjabat pada saat kejadian tersebut. “Tentu sangat berkaitan dengan bagaimana fungsi-fungsi pengawasan yang dilakukan oleh yang bersangkutan terhadap jalannya pelaksanaan dari pengadaan Chromebook ini,” tutur Harli.

Ia menyampaikan, penyidik akan menggali lebih dalam hal-hal teknis proses pelaksanaan pengadaan laptop Chromebook melalui Nadiem sebagai pimpinan tertinggi di lembaganya saat itu.  

“Saya kira sangat penting didengar keterangannya apalagi menyangkut masalah anggaran yang tidak kecil ya, Rp 9,9 triliun, sehingga sangat-sangat beralasan bagi penyidik memanggil dan menghadirkan yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dalam proses penyidikan.”

Penyidik Kejagung berharap Nadiem bisa memenuhi panggilan untuk mengikuti prosedur pemeriksaan yang dijadwalkan pada pekan depan itu. 

 


Komentar