Kebakaran Permukiman Padat Sulit Dihindari, Pramono: Dampaknya Jadi Prioritas Kami

20 Jun 2025 | Penulis: bagasreport

Kebakaran Permukiman Padat Sulit Dihindari, Pramono: Dampaknya Jadi Prioritas Kami

JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengakui kebakaran di permukiman padat penduduk di Jakarta tidak bisa dihindarkan meski ada program satu RT satu alat pemadam api ringan (APAR). 

Terakhir, musibah kebakaran terjadi di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan yang menghanguskan empat rumah dan tiga rumah terdampak ringan serta satu korban jiwa wanita berinisial APW (25).

"Jadi walaupun kami sudah mengeluarkan peraturan mengenai 1 RT, 1 APAR, ya kebakaran memang terkadang tidak bisa dihindari," ujar Pramono di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (20/6/2025).

Pramono tak memungkiri kepadatan rumah penduduk di Jakarta menjadi cepat merambatnya kebakaran. Ia pun membuka peluang untuk merelokasi warga yang tinggal di permukiman padat penduduk dan rawan kebakaran.

"Karena memang kepadatan dan sebagainya menjadi persoalan di Jakarta. Tetapi yang jelas dampak dari kebakaran itulah yang menjadi prioritas kami. Termasuk yang saya sudah kunjungi di Kapuk Muara, Jakarta Utara. Maka sekarang sedang dipikirkan bagaimana melakukan relokasi untuk itu dan
akan kita putuskan," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua RT 6/ RW 10, Irmawati menyebut api cepat membesar membuat alat pemadam api ringan (APAR) tidak bisa dipakai saat pemadaman di permukiman padat penduduk Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis dini hari. Diketahui dalam peristiwa nahas tersebut terdapat satu korban jiwa wanita muda berinisial APW (25). 

"Sebenarnya ada, semua APAR sudah turun. Cuma kondisinya itu kan jam 01.30 malam keluarga baru tahu kalau api sudah besar. Jadi bukan setitik api atau gimana ya. Langsung besar apinya," ujar Irma saat ditemui di posko pengungsian.

"Langsung besar, jadi dia sudah sadar itu yang punya rumah itu api sudah berjatuhan dari atas. Kebetulan kondisi rumahnya itu tingkat, tapi tingkat kayu rapuh gitu," tambahnya.


Komentar