Kapuspen TNI Datangi Kejagung usai Marcella Santoso Minta Maaf, Ada Apa?

20 Jun 2025 | Penulis: devamedia

Kapuspen TNI Datangi Kejagung usai Marcella Santoso Minta Maaf, Ada Apa?

JAKARTA, PACMANNEWS.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (20/6/2025). Kristomei datang usai tersangka kasus vonis lepas perkara korupsi CPO dan turunannya, Marcella Santo, meminta maaf.

Kristomei menjelaskan, kedatangannya untuk bersilaturahmi. Selain itu, dia hendak berkoordinasi tentang Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara terhadap Jaksa dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan Republik Indonesia.

"Kedatangan saya ke Kejaksaan Agung ini, pertama bersilaturahmi. Ke Kapuspenkum, ke Jampidmil, sekaligus kami berkoordinasi atas implementasi Perpres 66 Tahun 2025 tentang perlindungan terhadap jaksa, bagaimana perbantuan TNI dalam rangka pengamanan kejaksaan," ujar Kristomei kepada wartawan, Jumat (20/6/2025).

Selain itu, kata dia, pihaknya hendak menyikapi pernyataan Marcella Santoso terkait konten-konten negatif, khususnya soal RUU TNI dan Indonesia Gelap.

"Kedua, kami datang menyikapi adanya pernyataan dari tersangka Marcella Santoso, kemarin sudah sempat dirilis Kejaksaan. Artinya ada pernyataan bahwa dia terlibat dalam memberikan konten-konten negatif, narasi negatif tentang petisi RUU TNI dan Indonesia Gelap," tuturnya.

Dia menerangkan, pihaknya ingin mengetahui hasil pendalaman Kejagung terkait konten negatif tentang RUU TNI sebagaimana diakui Marcella Santoso. Terlebih, sudah ada sejumlah data yang perlu ditindaklanjuti, seperti aliran dana pada buzzer, LSM tertentu, dan lainnya.

"Jadi, dia (Marcella Santoso) sudah mengakui adanya aliran dana Rp500 juta, 2 juta dolar AS kepada orang-orang tertentu yang nanti perlu didalami. Ini kan baru pernyataan sepihak dari MS ya, artinya kita perlu dalami lagi," katanya.

Kristomei menduga, Marcella Santoso membuat narasi negatif seorang diri. Dia menilai ada orang-orang yang disuruh Marcella untuk memproduksi konten tersebut yang akhirnya membuat riuh suasana akhir-akhir ini.

"Dia bukan ahlinya, tapi ada orang-orang yang disuruh untuk membuat itu, sehingga adanya aliran dana ke tempat-tempat tadi ya. Yang tadi saya sebutkan, ada ke LSM tertentu, yayasan tertentu, orang-orang tertentu, dan para-para buzzer tadi. Jadi kan inilah yang ternyata membuat riuh suasana akhir-akhir ini, apalagi tentang petisi atau RUU TNI tadi," kata dia.

Sebelumnya, Marcella Santoso sempat mengaku mendalangi pembuatan konten negatif, seperti Indonesia Gelap-RUU TNI. Namun, dia lalu membantah hal itu.

Pengakuan awal itu disampaikan Marcella dalam video yang ditayangkan oleh Kejagung. Terlihat dalam video, Marcella menangis dan meminta maaf.

"Saya sangat menyesali dan menyadari apa pun dan bagaimana pun ceritanya, baik itu kelalaian saya, saya tak mengecek ulang isi konten atau pun kelalaian dan luputnya saya mengecek dan meneliti kembali dan fokus terhadap apa yang disampaikan," ucap Marcella dalam video, Selasa (17/6/2025).

Namun, dia membantah telah membuat konten negatif tersebut. Hal itu disampaikan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

“Saya nggak bikin konten RUU TNI. Saya nggak bikin Indonesia gelap. Bukan saya yang bikin,” ucap dia.

Dia menegaskan konten negatif yang menyudutkan Kejagung serta Presiden Prabowo Subianto tidak dibuat olehnya.

“Bukan saya yang bikin,” ungkap Marcella.


Komentar