CEO Tesla Elon Musk mengklaim penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat menggantikan beberapa pekerjaan pemerintahan di Amerika Serikat (AS). Hal ini dapat memberikan efisensi anggaran bagi negaranya.
Padahal, dirinya masih menjabat sebagai Ketua Department of Government Efficiency (D.O.G.E) hingga tahun 2028 atau tergantung dari perintah Presiden AS Donald Trump. Hal tersebut disampaikannya pada Konferensi Global Milken Institute pada sesi tertutup, melansir Bloomberg.
Akan tetapi, Elon siap mengakhiri jabatannya di pemerintahan AS dan akan memfokuskan kembali ke perusahaan kendaraan elektrik miliknya. Seperti diketahui, Tesla terpuruk usai Musk menjabat di D.O.G.E.
Sebagai informasi, Tesla mengalami penurunan penjualan dan para investor yang khawatir terhadap Elon imbas perannya di pemerintahan. Sehingga, ia akan memfokuskan waktunya kembali demi Tesla mulai bulan ini, Mei.
Adapun, perusahaannya tersebut diketahui menyimpan 11.509 Bitcoin (BTC) hingga akhir tahun lalu yang bernilai mencapai US$1,07 miliar.