Duolingo, platform belajar bahasa asing, mengganti karyawan kontraknya dengan artificial intelligence (AI). Setelah pengumuman itu dibuat, Duolingo meluncurkan 148 kelas bahasa baru yang dibuat dengan AI generatif.
“Duolingo akan tetap menjadi perusahaan yang sangat peduli dengan karyawannya. Ini bukan tentang mengganti Duo dengan AI. Ini tentang menghilangkan hambatan sehingga kami bisa berbuat lebih banyak dengan Duo luar biasa yang sudah kami miliki,” ujar CEO Duolingo Luis von Ahn.
Pihaknya mengungkapkan ratusan kelas itu tak akan tercipta kurang dari satu tahun tanpa adanya teknologi kecerdasan buatan.
"Dengan menggunakan AI generatif untuk membuat dan memvalidasi konten, kami dapat memfokuskan keahlian kami di bidang yang paling berdampak, memastikan setiap kursus memenuhi standar kualitas Duolingo," kata Direktur Senior Desain Pembelajaran Duolingo Jessie Becker.
Menurutnya, AI bukan hanya berperan sebagai pendorong produktivitas, tetapi cara baru dalam menjalankan bisnis. Ini berarti perusahaan perlu memikirkan ulang banyak hal untuk menyusun ulang sistem. Namun, ia ingin begerak cepat untuk menggunakan teknologi yang tengan populer ini.
Adapun AI akan menjadi bagian dalam perekrutan serta mengevaluasi tinjauan kinerja. Namun, von Ahn mengungkapkan jumlah karyawan Duolingo hanya akan ditambah jika tim tidak dapat mengotomatiskan lebih banyak pekerjaannya.
Perusahaan pembelajaran bahasa tersebut akan menerapkan AI dengan cara yang sama seperti mereka menerapkan pendekatan yang mengutamakan perangkat seluler lebih dari satu dekade yang lalu.