Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan bekerja sama dengan bank sentral negara-negara ASEAN. Hal ini demi mengembangkan proyek Nexus yang disebut dapat menyaingi dominasi dolar Amerika Serikat (AS).
"Nexus ini sebagai jembatan untuk menyambung satu infrastruktur (sistem pembayaran) ke infrastruktur yang lain. Kita sama-sama membuat jembatan bersama, namanya multilateral cross-border retail payment," ucapnya.
Proyek Nexus ini bertujuan untuk memungkinkan transaksi lintas batas yang menghubungkan sistem pembayaran instan domestik (IPS) antar negara ASEAN. Sehingga, bisa menggunakan mata uang lokal setiap negara.
Diketahui, proyek ini juga bentuk kerja sama terhadap sistem pembayaran QR dan Retail Fast Payments. Nantinya, bank sentral seperti Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand, dan Bank for International Settlements akan terlibat.
Adapun, proyek ambisius ini dapat mengurangi penggunaan dan ketergantungan dolar AS. Sebab, setiap transaksinya menggunakan mata uang dapat meningkatkan jumlah transaksi mata uang lokal.