Jakarta, Pacman News – Pasar cryptocurrency telah menunjukkan pergeseran signifikan dengan Bitcoin BTC yang kembali menjadi sorotan utama. Sejak Februari 2025, investor mulai meninggalkan altcoin dan kembali fokus pada Bitcoin (BTC) sebagai penyimpan nilai yang potensial.
Dengan kondisi pasar saat ini, mungkin akan memakan waktu hingga empat tahun sebelum kita melihat musim altcoin yang sebenarnya kembali beraksi.
Pergeseran Fokus ke Bitcoin
Investor telah secara bertahap mengalihkan Investasi mereka dari altcoin ke Bitcoin (BTC) dalam beberapa bulan terakhir. Bitcoin (BTC) kini hanya berjarak 6,4% dari harga tertinggi sepanjang masa ATH dan diperdagangkan mendekati tanda $105.000 dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun.
Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan yang meningkat terhadap Bitcoin (BTC) sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global. ETF yang berbasis di AS untuk Bitcoin (BTC) juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dalam tiga hari perdagangan terakhir, ETF ini mencatatkan aliran masuk bersih sebesar $1,01 miliar. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak dana yang dialokasikan ke Bitcoin (BTC) dibandingkan dengan altcoin, termasuk Ethereum
Indikator Makro Bitcoin Menunjukkan Potensi
Bitcoin Macro Oscillator (BMO), sebuah indikator yang menggabungkan beberapa metrik seperti Market Value to Realized Value (MVRV), Volume-Weighted Average Price (VWAP), Cumulative Value-Days Destroyed (CVDD), dan Sharpe ratio, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk momentum naik Bitcoin (BTC).
Saat ini, BMO berada pada angka 0,93. Jika BMO melewati angka 1,4, ini bisa mengindikasikan puncak pasar yang akan diikuti dengan koreksi. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa meskipun ada ketidakpastian yang melingkupi pasar secara keseluruhan, Bitcoin (BTC) masih memiliki potensi untuk naik lebih tinggi.
Investor dan analis pasar harus memantau indikator ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat di masa yang akan datang.