PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), unit usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang tengah dalam proses penawaran umum perdana (IPO) diketahui memiliki saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebesar 4,99 persen per 31 Desember 2024, berdasarkan prospektus IPO yang dirilis Kamis (19/6/2025).
Nilai investasi ke emiten anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) besutan pengusaha Happy Hapsoro tersebut mencapai USD9,64 juta dan menjadi bagian dari pos “Aset Keuangan Lainnya” yang totalnya tercatat sebesar USD24,98 juta.
Kepemilikan saham RATU ini belum tercatat pada laporan tahun sebelumnya, menandakan bahwa akuisisi dilakukan sepanjang 2024. Selain RATU, CDIA juga tercatat berinvestasi di Nippon Shokubai Co., Ltd. senilai USD6,21 juta (kepemilikan 0,33 persen) dan Keppel Infrastructure Trust senilai USD9,12 juta (kepemilikan 0,45 persen).
Sebaliknya, CDIA sudah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Bayfront Infrastructure Management Pte. Ltd., yang tahun sebelumnya bernilai USD10 juta (24,92 persen). Begitu pula dengan deposito jangka panjang yang kini sudah tidak tercatat.
Seluruh instrumen investasi saham tersebut diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada fair value through profit or loss (FVTPL) atau nilai wajar melalui laba rugi, mencerminkan strategi investasi aktif dari CDIA.
Langkah CDIA—yang berada dalam gurita bisnis milik taipan Prajogo Pangestu, masuk ke RATU menunjukkan ketertarikan perusahaan terhadap sektor energi, sejalan dengan fokus utama bisnisnya di bidang kelistrikan, pelayaran, dan infrastruktur energi.
Komentar Analis
CDIA bersiap melantai di Bursa dengan menawarkan saham perdana di kisaran harga Rp170–Rp190 per saham. Berdasarkan riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, terbit pada 19 Juni 2025, valuasi tersebut mencerminkan price-to earnings ratio (PER) 43–48 kali, jauh di bawah rata-rata industri 99 kali.
CDIA mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2024. Pendapatan tembus USD102,3 juta atau naik 35 persen dibanding 11 bulan pertama 2023. Laba bersih meroket 1.633 persen menjadi USD32,7 juta, dengan margin laba 32 persen dan return on equity (ROE) sebesar 4,4 persen.
Segmen penjualan listrik menyumbang 78,6 persen pendapatan, diikuti penjualan bahan bakar (11,2 persen), sewa kapal (5,5 persen), serta sewa tangki dan jetty (4,7 persen). Kinerja ini didorong tambahan kontribusi dari segmen sewa kapal yang belum ada di tahun sebelumnya.
Struktur keuangan perusahaan tergolong konservatif. Rasio lancar (current ratio) berada di 9,01x dan quick ratio 22,05x, menunjukkan likuiditas sangat tinggi. Rasio utang terhadap aset (DAR) tercatat 0,31x dan DER di 0,44x—masih dalam batas aman. Kemampuan membayar utang juga kuat, tercermin dari debt service coverage ratio yang naik jadi 9,89x.