Beberapa kota kecil di sepanjang Garden Route, Afrika Selatan (Afsel), mulai menggunakan Bitcoin untuk transaksi, salah satunya Witsand. Witsand adalah kota kecil dengan populasi sekitar 450–500 orang di muara Sungai Breede yang terkenal dengan pantainya, dan lanskap Cape Fynbos.
Selain menjadi destinasi wisata, sebagian besar bisnis di Witsand menerima aset digital terbesar tersebut. Pengunjung dan warga bisa membayar makanan, penginapan, gym, mini-golf, hingga aktivitas air dengan Bitcoin.
Eldry Hill, salah satu penduduk Witsand, menjelaskan meski Rand masih menjadi mata uang resmi negara tersebut, Bitcoin digunakan secara praktis dalam transaksi harian, apalagi ketika Rand alami pelemahan terhadap dolar.
“Ini sangat mudah digunakan. Ini hanya teknologi baru, seperti Zoom saat Covid-19. Kamu bisa servis kapal, isi bensin, bahkan memberi tip dengan Bitcoin. Semua orang punya dompet sendiri,” ujar Hill.
Populasi yang kecil, membuat Witsand memiliki salah satu tingkat penggunaan Bitcoin tertinggi per kapita di dunia. Tak sendirian, kota Plettenberg Bay dan Stellenbosch juga mengalami pertumbuhan serupa.
Bahkan, supermarket Pick n Pay yang merupakan peritel besar kini menerima pembayaran crypto dan mencatatkan kenaikan transaksi secara signifikan dari 25 ribu rand menjaadi sekitar 1 juta rand per bulan.
Sebagai informasi, Afsekl menjadi negara penduduk miskin terbanyak di dunia berdasarkan standar garis kemiskinan kategori Upper Middle Income dengan pengeluaran Rp113.234 per hari, menurut Bank Dunia.