Jakarta, Pacman News – Seiring meningkatnya harga Bitcoin BTC semakin banyak perusahaan yang tertarik untuk menginvestasikan sebagian dari kas mereka ke dalam cryptocurrency ini. Fenomena ini didorong oleh keberhasilan beberapa perusahaan besar yang telah lebih dulu mengadopsi strategi ini. Namun, pertumbuhan tren ini juga membawa kekhawatiran tentang potensi risiko kestabilan pasar dan pertanyaan tentang etos desentralisasi Bitcoin (BTC).
Tren Adopsi Bitcoin oleh Korporat
Laporan dari Standard Chartered menunjukkan bahwa setidaknya 61 perusahaan tercatat telah membeli cryptocurrency, sementara Bitcoin Treasuries mencatat angka tersebut telah mencapai 130. Ini menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap Bitcoin (BTC) sebagai aset korporat. Namun, pertumbuhan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak jangka panjang terhadap struktur pasar dan nilai Bitcoin (BTC) itu sendiri.
Perusahaan yang mengadopsi Bitcoin (BTC) umumnya terbagi menjadi dua kategori. Pertama, perusahaan yang sudah menguntungkan dan menggunakan kas berlebih untuk investasi. Kedua, perusahaan yang mengamankan utang atau ekuitas untuk pembelian Bitcoin (BTC). Kedua strategi ini, meskipun berbeda, sama-sama meningkatkan permintaan Bitcoin (BTC) dan potensial mempengaruhi harganya di pasar.
Volatilitas dan Potensi Bitcoin sebagai Safe Haven
Bitcoin (BTC) dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi, namun seringkali memberikan imbal hasil yang jauh lebih besar dibandingkan kelas aset tradisional seperti saham dan emas. Ini menjadikan Bitcoin (BTC) menarik terutama di saat ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang meningkat, dan defisit fiskal yang memprihatinkan.
Disebut sebagai “emas digital”, Bitcoin (BTC) menawarkan alternatif yang menarik sebagai penyimpan nilai yang netral dan tidak terikat pada kebijakan pemerintah mana pun. Ini membuat Bitcoin (BTC) potensial untuk menggantikan aset safe haven tradisional seperti emas, terutama jika kepercayaan terhadap institusi keuangan tradisional terus erosi.
Risiko dan Kekhawatiran atas Konsentrasi Kepemilikan
Peningkatan jumlah perusahaan yang menambahkan Bitcoin (BTC) ke dalam neraca mereka menciptakan bentuk desentralisasi di tingkat pasar. Namun, akumulasi besar-besaran oleh korporat juga menimbulkan kekhawatiran tentang kepemilikan terkonsentrasi. Ini bisa bertentangan dengan prinsip dasar keuangan terdesentralisasi DEFI dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pada struktur dasar Bitcoin (BTC).
Selain itu, jika terjadi penurunan pasar yang tajam, perusahaan-perusahaan dengan investasi besar di Bitcoin (BTC) mungkin terpaksa menjual aset mereka dengan cepat, yang bisa memicu penurunan harga lebih lanjut dan menciptakan risiko sistemik bagi pasar secara keseluruhan.