Pendiri Microsoft Bill Gates merespons rencana ambisius Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai solusi energi ramah lingkungan. Ia menilai nuklir bisa membantu mengatasi perubahan iklim, meski pembangunan reaktor saat ini masih mahal dan kompleks.
“Reaktor nuklir memang cukup kompleks dan umumnya memerlukan biaya besar. Karena itu, menurut saya, memulai dengan desain baru bukan hal yang mudah, tetapi hasilnya bisa sangat menguntungkan,” ujar Gates.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada tahun 2030.
Bahlil menambahkan proyek ini merupakan pilihan terbaik sebagai sumber energi baru yang efisien dan berbiaya rendah. Selain itu, kehadiran PLTN dinilai mampu memperkuat sistem kelistrikan nasional secara signifikan.
Namun, Gates menjelaskan sebagian besar reaktor nuklir menggunakan sistem pendingin air bertekanan tinggi, sehingga desainnya rumit dan biaya tinggi. Meski begitu, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris tetap mengembangkan energi nuklir sebagai sumber utama.