Badan Intelijen AS Yakin Iran Belum Memutuskan Buat Bom Nuklir, tapi Tetap Jadi Ancaman bagi Israel

20 Jun 2025 | Penulis: fikrinews

Badan Intelijen AS Yakin Iran Belum Memutuskan Buat Bom Nuklir, tapi Tetap Jadi Ancaman bagi Israel

PACMANNEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) percaya Iran belum memutuskan apakah akan membuat bom nuklir.

Meskipun, kata mereka, Iran telah mengembangkan persediaan besar uranium yang diperkaya yang diperlukan untuk melakukannya.

Pejabat senior intelijen AS mengatakan, para pemimpin Iran kemungkinan akan beralih ke produksi bom jika militer Amerika menyerang situs pengayaan uranium Iran Fordo atau jika Israel membunuh pemimpin tertinggi Iran.

Pertanyaan tentang apakah Iran telah memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan bom tidaklah relevan di mata banyak orang yang sangat mendukung Iran di Amerika Serikat dan Israel, yang mengatakan Teheran cukup dekat untuk menjadi ancaman bagi Israel.

 

Namun, hal ini telah lama menjadi titik api dalam perdebatan mengenai kebijakan terhadap Iran dan telah berkobar lagi saat Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan apakah akan mengebom Fordo.

Pada pertemuan di Gedung Putih, John Ratcliffe, direktur CIA, memberi tahu para pejabat, Iran sangat dekat untuk memiliki senjata nuklir.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan dalam jumpa pers Iran memiliki bahan yang dibutuhkan untuk membuat bom.

"Mari kita perjelas: Iran memiliki semua yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir," katanya, seperti diberitakan The New York Times, Kamis (19/6/2025).

"Mereka hanya butuh keputusan dari pemimpin tertinggi untuk melakukannya dan butuh beberapa minggu untuk menyelesaikan produksi senjata itu," jelasnya.

 

Beberapa pejabat Amerika mengatakan penilaian baru itu menggemakan materi yang diberikan oleh Mossad, badan intelijen Israel, yang meyakini Iran dapat memperoleh senjata nuklir dalam 15 hari.

Sementara itu, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan fatwa pada tahun 2003 yang melarang negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.

 

"Fatwa tersebut masih berlaku saat ini," kata seorang pejabat intelijen senior, seraya menambahkan penilaian Israel Iran akan melakukannya dalam waktu 15 hari merupakan hal yang mengkhawatirkan.

Kata Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali memperingatkan selama bertahun-tahun Iran hampir memiliki senjata nuklir.

Dan sejak Israel mulai menyerang fasilitas nuklir Iran, pejabat Israel telah memperingatkan Iran tinggal beberapa minggu lagi untuk memiliki komponen bom.

 


Komentar