Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menegaskan bahwa negaranya harus bisa memenangkan perlombaan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum dari China.
Adapun Bessent mengumumkan ambisi tersebut dalam konferensi di Milken Institute Global, di mana ia tidak ingin AS tertinggal dari China.
“Kita harus menang dalam AI dan quantum. Jika Amerika Serikat tidak memimpin, jika kita tidak menang, maka segalanya tidak ada artinya. Jika kita kehilangan keunggulan di sana, semuanya tidak berarti. China sedang mengejar, dan itu hal yang wajar, namun saya yakin kita akan mempertahankan kepemimpinan kita di bidang itu,” ujar Bessent.
Perlu diketahui, AI dan komputasi kuantum bisa menjadi tolak ukur dan pondasi utama inovasi dan bentuk keamanan nasional sebuah negara di masa depan. Sebagai negara maju, AS tidak ingin tertinggal dari China yang terus berinovasi, terutama pengembangan AI.
Bessent melihat China sebagai pesaing utama yang semakin terdepan, yang terus meningkatkan keunggulan di bidang AI dan komputasi kuantum, sehingga ini akan menentukan masa depan ekonomi, keamanan, dan posisi global AS.