AMAZON bermitra dengan Talen Energy untuk membeli pasokan listrik sebesar 1,92 gigawatt dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Susquehanna yang berlokasi di Pennsylvania, Amerika Serikat. Listrik energi nuklir tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional layanan komputasi awan (cloud) Amazon Web Services (AWS) dan server kecerdasan buatan (AI).
Dikutip dari laporan Tech Crunch, Jumat 13 Juni 2025, pengumuman kerja sama ini dilakukan pada Rabu, 11 Juni 2025. Sebelumnya, Amazon dan Talen telah memiliki kesepakatan berencana membangun pusat data di dekat PLTN Susquehanna dan mengambil listrik langsung dari pembangkit tanpa melewati jaringan distribusi.
Skema dan Revisi Perjanjian
Namun, skema awal tersebut dibatalkan oleh pihak regulator karena dianggap dapat merugikan pelanggan lain yang tetap menanggung biaya operasional jaringan listrik. Kini, dengan revisi perjanjian, listrik dari PLTN Susquehanna disalurkan ke jaringan umum dan setiap kilowatt-jam yang digunakan mencakup biaya transmisi yang membiayai pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur listrik. Pengaturan sebelumnya yang bersifat di balik meteran dinilai berpotensi menghindari kontribusi terhadap biaya tersebut.
Revisi perjanjian yang diumumkan pekan ini mengalihkan skema pembelian listrik Amazon menjadi sistem di depan meteran sehingga pusat data AWS akan dikenai biaya listrik sebagaimana pelanggan lain yang terhubung ke jaringan distribusi umum. Talen menyampaikan bahwa penyesuaian jalur transmisi akan dilakukan pada musim semi tahun 2026, sementara kerja sama ini mencakup penyediaan listrik hingga tahun 2042.
Energi Nuklir
Amazon Web Services (AWS) membantu perusahaan utilitas meningkatkan efisiensi, mengintegrasikan sumber energi terbarukan. Ini juga mengelola sistem energi yang tersebar dengan menurunkan emisi dan membarui infrastruktur yang sudah usang.
Dikutip dari Carbon Credits, AWS juga mendorong percepatan transisi menuju energi bersih melalui kolaborasi dengan sejumlah pemimpin industri, seperti Duke Energy dan GE Vernova yang memungkinkan pengelolaan jaringan listrik menjadi lebih cerdas dan efisien.
Salah satu keuntungan dari kemitraan Amazon dengan Talen Energy akses terhadap energi nuklir yang bebas karbon. Berbeda dari bahan bakar fosil, pembangkit nuklir tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama beroperasi sehingga dianggap ideal untuk mendukung kebutuhan energi tinggi, seperti layanan AI dan komputasi awan.
Pengembangan Reaktor Modular
Amazon dan Talen Energy juga ingin membangun reaktor modular kecil (SMR) di wilayah operasional Talen di Pennsylvania. Ini sekaligus menambah kapasitas daya di pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah ada. Peningkatan kapasitas ini dapat dilakukan melalui penggunaan bahan bakar dengan pengayaan lebih tinggi, penyesuaian sistem untuk meningkatkan output listrik, atau modernisasi turbin.
Adapun Microsoft pada 2024 bermitra dengan Constellation Energy untuk menghidupkan kembali reaktor di Three Mile Island melalui proyek senilai 1,6 miliar dolar yang akan menghasilkan 835 megawatt listrik. Meta juga mengambil bagian dalam tren ini dengan membeli atribut energi bersih dari PLTN berkapasitas 1,1 gigawatt di Illinois pada awal Juni 2025.