4 Ancaman Bom Pesawat yang Pernah Terjadi di Indonesia

20 Jun 2025 | Penulis: ariefcontent

4 Ancaman Bom Pesawat yang Pernah Terjadi di Indonesia

PACMANNEWS.COM, Jakarta - Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726, yang mengangkut 442 jemaah haji dari Kloter 12 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), menerima ancaman bom saat dalam penerbangan dari Jeddah, Arab Saudi menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Selasa, 17 Juni 2025.

Akibat ancaman tersebut, pesawat dialihkan untuk mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, guna menjalani prosedur keamanan sesuai protokol keselamatan penerbangan. Insiden ini segera ditangani oleh berbagai instansi terkait, termasuk pihak kepolisian yang telah memeriksa sejumlah saksi. Berikut beberapa fakta seputar insiden ancaman bom pada penerbangan jemaah haji tersebut.


Ancaman bom pesawat bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia, berikut beberapa ancaman bom yang pernah terjadi.

1. Pelita Air IP205

Pesawat Pelita Air dengan nomor penerbangan IP205 rute Surabaya-Jakarta sempat menunda lepas landas karena ada seorang penumpang yang bercanda membawa bom dalam penerbangan itu. Peristiwa itu terjadi di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 6 Desember 2023.  

Pihak Pelita Air pun membenarkan insiden tersebut. Corporate Secretary PT Pelita Air Service saat itu, Agdya P.P. Yogandari menyatakan bahwa ancaman bom itu mereka terima sebelum pesawat yang seharusnya terbang pada pukul 13.20 WIB itu mengudara.  Menurut dia, gurauan tersebut terlontar saat pesawat sedang berjalan (taxi) menuju landasan pacu di Bandara Juanda, Surabaya.

Agdya menyatakan pihaknya dan tim keamanan langsung melakukan investigasi dan didapat fakta bahwa gurauan ancaman bom berasal seorang penumpang yang berada di dalam pesawat dengan inisial SHW.

2. Lion Air JT 787

Lion Air terpaksa menunda penerbangan pesawat bernomor JT 787 rute Makassar-Surabaya karena ancaman bom dari salah seorang penumpang. Penumpang wanita berinisial ST tersebut mengatakan ada bom dalam barang bawaan yang hendak dimasukkan ke kabin.

Akibat gurauan bom ini, penerbangan bernomor JT 787 yang terbang 5 Mei mengalami penundaan selama 80 menit. Pesawat yang semula akan terbang pukul 17.35 WIB diberangkatkan pukul 18.55 WIB. 

Keterlambatan pesawat JT 787 ini berpotensi menyebabkan penundaan pada rute Surabaya-Makassar dan Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu. Lion Air, kata dia, akan meminimalisir dampak yang timbul karena kejadian ini. Saat itu, penumpang berinisial ST telah diserahkan ke Aviation Security Angkasa Pura I cabang Makasaar untuk penyelidikan lebih lanjut.

3. Lion air JT-143

Petugas keamanan Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka-Belitung, menangkap Franky Permana, warga Palembang, Kamis, 14 Januari 2016. Penumpang Lion Air ini mengaku membawa bom saat sedang menjalani pemeriksaan bagasi. Franky, yang berencana terbang ke Palembang dengan Lion Air nomor JT-143, langsung dibawa ke Kepolisian Sektor Pangkalan Baru untuk dimintai keterangan. 

Meski begitu, Franky embantah mengaku membawa bom. Menurut pengakuannya, ada miskomunikasi antara dia dan petugas bandara. "Petugas itu menanyakan barang apa yang dibawa. Terus saya jawab, ‘Kenapa, Mbak? Takut bom ya? Kalau takut bom, silakan diperiksa’," tuturnya.

4. Wings Air

Haris, pria asal Bima, adalah penumpang Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1878 Lombok-Bima. Ia diamankan oleh Aviation Security (Avsec) setelah awak pesawat melaporkannya karena menyatakan sedang membawa bom.

Menurut General Manager LIA I Gusti Ngurah Rai saat itu,  Ardita, Haris ditanya awak kabin apa isi tasnya sewaktu berada di atas pesawat. “Dia menjawab membawa bom di dalam tasnya,” kata Ardita. 

Mendengar jawaban tersebut, awak kabin langsung melapor kepada kapten pilot dan selanjutnya menghubungi menara bandara, melaporkan adanya penumpang pesawat yang mengaku membawa bom.


Komentar