Pendiri HARA Regi Wahyu menggunakan blockchain & NFT untuk mentransformasi pertanian petani kecil di Indonesia. Teknologi tersebut telah membantu sekitar 37.000 petani kecil dengan meningkatkan pendapatan mereka sebesar 36 persen setiap tahunnya.
Blockchain digunakan untuk membantu mengumpulkan data yang dapat diandalkan dan dipercaya terkait petani, tanah mereka, hasil produksi, dan banyak lagi. Di sisi lain, istri petani diberdayakan untuk membudidayakan jahe dengan meluncurkan NFT untuk pembelian awal bibit.
Regi menjelaskan informasi dikumpulkan oleh agen data yang sebagian besar adalah perempuan lokal dengan ponsel pintar. Mereka membantu para petani mengakses pinjaman, asuransi, benih, pupuk, dan banyak lagi.
“Kami menggabungkan para pemain di sektor pertanian, baik dari pemerintah, lembaga keuangan, maupun organisasi nirlaba, ke dalam ekosistem Hara karena pada dasarnya semua pemangku kepentingan memiliki data dan membutuhkan data,” ujar Kepala Teknologi Hara Imron Zuhri.