Presiden Amerika Serikat Donald Trump siap menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell yang masa jabatannya akan habis pada Mei 2026. Melansir Bloomberg, kandidat kuat pengganti Powell termasuk Eks-Pejabat The Fed Kevin Warsh dan Menteri Keuangan Scott Bessent.
Melansir Nasdaq, munculnya Bessent sebagai kandidat memungkinkan The Fed untuk memiliki kepemimpinan yang kuat di bidang keuangan, perdagangan, dan kebijakan fiskal. Sebab, menkeu AS tersebut memiliki andil dalam mendorong perubahan pajak dan regulasi.
Bessent juga disebut berpotensi bisa menjalankan koordinasi yang lebih erat antara bank sentral dan pemerintah dalam strategi ekonomi. Ini dibuktikan dengan peran penting Bessent dalam negosiasi kesepakatan perdagangan AS-Cina, yang merupakan salah satu kebijakan utama Trump.
Mantan Kepala Ahli Strategi Gedung Putih Steve Bannon menyebut bahwa Bessent membuktikan bahwa ia dapat mengimplementasikan agenda Presiden Trump selama enam bulan pertama yang sangat bergejolak. Ini membuatnya menonjol dalam kabinet.
“Saya memiliki pekerjaan terbaik di Washington. Presiden akan memutuskan siapa yang terbaik untuk ekonomi dan rakyat Amerika,” ujar Bessent.
Di sisi lain, Warsh jadi kandidat kuat karena dia dikenal tegas untuk mengatasi inflasi, dihormati di kalangan pembuat kebijakan, dan memiliki rekam jejak ekonomi konservatif yang cocok dengan sebagian visi Trump.
Warsh yang tidak memiliki gelar ekonomi adalah penasihat tim transisi Trump pada tahun 2024. Laporan menyebut Trump mempertimbangkannya untuk menjadi Menteri Keuangan selama masa jabatan keduanya dan menjalankan The Fed selama masa jabatan pertamanya.
Meski begitu, terdapat nama-nama lain yang disebut akan menjadi calon ketua bank sentral AS, yakni Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, dan Mantan Presiden Bank Dunia David Malpass.