Sopir Truk Berdemo, Tolak Aturan Zero ODOL di Sejumlah Wilayah: Jabar, Jateng, hingga Jatim

19 Jun 2025 | Penulis: Pacmannews

Sopir Truk Berdemo, Tolak Aturan Zero ODOL di Sejumlah Wilayah: Jabar, Jateng, hingga Jatim

PACMANNEWS.COM - Sopir-sopir truk menggelar aksi solidaritas atau demo di berbagai wilayah di Pulau Jawa pada Kamis (19/6/2025).

Mereka menolak kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) dari aparat berwajib yang belakangan dianggap kurang tepat sasaran. 

Wacana diberlakukannya aturan zero truk ODOL itu dianggap rentan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Sebab, Pasal 277 Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) hanya sebatas mengatur perubahan fisik kendaraan, bukan mengatur over dimension muatan.

Berikut aksi-aksi solidaritas para sopir truk di berbagai daerah.

Jawa Barat
Di Provinsi Jawa Barat, aksi demo sopir truk terjadi di wilayah Kabupaten Bandung.

Melansir TribunJabar, ribuan sopir truk tersebut terlihat memblokade akses exit toll Soreang-Pasir Koja (Soroja), sejak pukul 12.00 WIB. 

Akibatnya, akses lalu lintas yang menuju ke jalan exit Tol Soroja terjadi kemacetan.

Perwakilan Komunitas Engkel Mania Indonesia, Irvan Dinarya (35), mengatakan kebijakan ODOL tersebut sangat merugikan para sopir truk.

"Meskipun saat ini kebijakan atau peraturan itu masih disosialisasi, tapi bagi kami itu akan merugikan," ujar Irvan saat ditemui di exit toll Soroja pada Kamis.

Irvan menjelaskan muatan barang yang diangkut sopir akan berkurang, sementara harga barang yang di bawa tidak stabil.

"Contoh gini, kebanyakan yang demo muatan sayuran, kalau muatan sayuran kan harga sayuran fluktuatif kan naik turun naik turun. Kalau di kala harga sayuran turun, terus kita bawa muatan sedikit, jadinya rugi," kata Irvan.

Irvan berharap pemerintah bisa kembali meninjau kembali kebijakan itu.

"Ya kalau harapan dari dari sopir untuk ODOL itu dibatalkan saja. Ya di tinjau lagi regulasinya bagaimana efeknya buat para sopir."

"Mungkin kalau masih tetap ditetapkan, kedepannya mungkin bakal ada aksi seperti ini lagi. Sampai mungkin peraturannya ya semua kita dihapuskan lah," tegas Irvan.

Jawa Tengah
Di Jawa Tengah, aksi demo sopir truk terjadi beberapa daerah, seperti di Karanganyar, Boyolali dan Klaten.

Di Karanganyar, aksi tersebut digelar di Jalan Ring Road, Kecamatan Gondangrejo, di area SPBU Plesungan.

Puluhan komunitas sopir truk pengangkut barang berada di lokasi sejak pukul 11.00 WIB.

Melansir TribunSolo, truk berjejer di bahu jalan di masing-masing ruas jalan tersebut sepanjang 800 meter.

Mereka juga sempat memblokade jalan Ring Road Karanganyar.

Rohmat, anggota Asosiasi Sopir Antar Penjuru (ASAP) Soloraya, mengungkapkan aksi ini adalah bentuk solidaritas antar sesama sopir yang melakukan demonstrasi di Surabaya, Jawa Timur.

Mereka sama-sama menolak kebijakan zero truk ODOL.

"Kita menjunjung solidaritas antar sesama driver terkait kebijakan zero ODOL, silahkan kalau mau menerapkan itu tapi  jangan sampai tebang pilih yang menengah keatas dibiarkan dan menengah kebawah disikat," kata Rohmat, Kamis (19/6/2025).

Di Boyolali, ratusan sopir truk di Boyolali menggelar aksi unjuk rasa menolak aturan ODOL yang dinilai memberatkan.

Para sopir menuntut adanya toleransi dan peninjauan ulang terhadap kebijakan tersebut.

Dalam aksi damai yang berlangsung di sekitar kantor DPRD Boyolali itu, para sopir membawa berbagai poster dengan tulisan-tulisan bernada kritik dan protes keras.

Di Klaten sekitar 500-an sopir truk melakukan aksi mogok massal di Sub Terminal Delanggu, Kecamatan Delanggu.

Penanggung jawab aksi, Wahid Nagata, menyebutkan bahwa mogok ini juga merupakan bentuk solidaritas terhadap sopir-sopir truk di wilayah lain, yang menolak kebijakan ODOL.

Menurut Wahid, penerapan aturan tersebut cenderung menyudutkan para sopir.

Ia menilai bahwa dalam praktiknya, hukum hanya menjerat pengemudi, bukan pihak-pihak yang seharusnya turut bertanggung jawab, seperti pengusaha dan pemilik angkutan.


Komentar