Sentralisasi Menurun, Jaringan Bitcoin Terbukti Makin Tersebar ke Berbagai Penjuru

19 Jun 2025 | Penulis: Fastnews

Sentralisasi Menurun, Jaringan Bitcoin Terbukti Makin Tersebar ke Berbagai Penjuru

Penurunan sentralisasi dalam distribusi hashrate Bitcoin (BTC) menjadi kabar baik bagi keamanan jaringan. Sebab, semakin tersebarnya aktivitas penambangan ke berbagai negara membuat risiko serangan semakin kecil.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kontribusi hashrate terbesar, yakni 36% dari total global. Namun, posisinya kini mulai diimbangi oleh negara lain seperti Rusia yang berada di posisi kedua dengan 16%.

China yang sebelumnya dominan, kini turun ke posisi ketiga dengan menyumbang 14% hashrate. Sementara Uni Emirat Arab, Paraguay, Kanada, dan Kazakhstan menyusul dengan angka kontribusi antara 2,5% hingga 3,75%.

Secara keseluruhan, terdapat 28 negara yang memiliki andil lebih dari 0,1% dalam distribusi hashrate global. Bahkan, sebanyak 9 negara tercatat menyumbang lebih dari 1% kekuatan penambangan.

Distribusi ini tak hanya terjadi secara geografis, tetapi juga dalam kepemilikan. Data dari River mencatat perusahaan publik kini menguasai 35,2% dari total hashrate, naik 11% dibanding tahun 2022.


Komentar