Sistine, perusahaan riset independen, mulai mempertimbangkan kemungkinan Bitcoin (BTC) dan XRP menggantikan dolar Amerika Serikat sebagai mata uang cadangan global di masa depan. Ini dikarenakan utang nasional Amerika Serikat meningkat hingga mencapai sekitar US$36 triliun.
Menurut pihaknya, Bitcoin kuat sebagai penyimpan nilai, namun desainnya kurang cocok untuk digunakan sebagai mata uang sehari-hari.
Sebaliknya, XRP dinilai lebih cocok digunakan sehari-hari karena memang dirancang untuk menjadi mata uang cadangan global dengan fungsi transfer nilai yang cepat dan efisien.
"Apakah dolar AS atau mata uang fiat lainnya masih akan menjadi mata uang cadangan global dalam 25 tahun ke depan? Jika kemungkinan jawabannya 'tidak' lebih dari 20%, maka sudah saatnya mulai memikirkan apa yang bisa menggantikannya," ujar Sistine melalui akun X.
Sebelumnya, CEO BlackRock Larry Fink dan Pendiri Bridgewater Ray Dalio juga memperingatkan bahwa jika AS gagal mengelola utangnya maka kepercayaan dunia terhadap obligasi pemerintah AS dapat runtuh.
Utang nasional AS yang meningkat dapat mengancam status dolar sebagai mata uang paling dominan. Sebab, organisasi di seluruh dunia kehilangan kepercayaan pada mata uang nasional dan mencari solusi independen ke sistem keuangan alternatif atau aset terdesentralisasi seperti Bitcoin.
“Jika AS tidak mengendalikan utangnya, jika defisit terus membengkak, Amerika berisiko kehilangan posisi dominan karena aset digital seperti Bitcoin,” ujar Fink.