Tangerang, Banten PACMANNEWS.COM - Pihak berwenang Indonesia, dengan bantuan krusial dari penegak hukum Thailand, telah menangkap RN, seorang yang diduga dalang di balik laboratorium narkoba gelap canggih yang beroperasi di Kabupaten Badung, Bali.
RN telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Mei 2024 dan ditangkap di Bandara U-Tapao Rayong oleh Kepolisian Nasional Thailand sebelum ia dapat berangkat ke Dubai pada 19 Desember.
Setelah diekstradisi, RN tiba di Indonesia melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, pada Minggu malam.
Brigadir Jenderal Mukti Juharsa, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers pada Minggu bahwa RN telah tinggal di Bangkok selama tiga setengah bulan.
"Berdasarkan informasi yang diterima, Atase Kepolisian di KBRI Bangkok melakukan koordinasi intensif dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk memfasilitasi pemulangan pelaku," jelasnya.
Setelah serah terima dari otoritas Thailand, Kepolisian RI langsung memulangkan RN ke Indonesia untuk proses hukum sesuai hukum Indonesia.
Juharsa menyatakan bahwa RN merupakan dalang di balik laboratorium gelap tersebut dan memegang peranan penting dalam keseluruhan proses pendirian dan pengoperasian laboratorium di sebuah vila di kawasan Tibubeneng, Kabupaten Badung, Bali.
"Dia memiliki peralatan yang dibutuhkan, mengubah ruang bawah tanah vila menjadi laboratorium, dan juga memberikan dukungan dana serta mengendalikan kurir yang sebelumnya telah ditangkap," ungkapnya.
Selanjutnya, timnya akan melakukan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut terhadap RN.
Juharsa menyatakan bahwa RN dapat diancam dengan hukuman mati, penjara seumur hidup, atau denda Rp10 miliar.
Pada Mei 2024, Direktorat Tindak Pidana Narkoba menangkap tiga warga negara asing yang terlibat dalam pengoperasian laboratorium narkoba gelap di sebuah vila di kawasan Tibubeneng, Kabupaten Badung, Bali.
Mereka telah menyewa vila tersebut selama 24 tahun dan 8 bulan dan mengubahnya menjadi laboratorium rahasia yang melayani jaringan Hydra Indonesia, yang mengkhususkan diri dalam produksi ganja hidroponik dan mephedrone.