Pemerintah Pakistan mengalokasikan 2.000 MW listrik untuk mendukung operasi Bitcoin (BTC) mining dan pusat data artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari rencana menjadikan negara ini pusat inovasi digital global.
Inisiatif ini dipimpin Pakistan Crypto Council (PCC) di bawah Kementerian Keuangan dan bertujuan memanfaatkan kelebihan kapasitas listrik, menciptakan lapangan kerja teknologi tinggi, serta menarik investasi asing.
Pakistan masuk peringkat ketiga Indeks Adopsi Crypto Global dengan lebih dari 40 juta pengguna kripto aktif dan transaksi crypto melebihi US$20 miliar. Dengan remitansi tahunan US$35 miliar, negara ini sangat berpotensi memanfaatkan peluang digital untuk pertumbuhan ekonomi.
Keunggulan geografis Pakistan sebagai jembatan digital antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah membuatnya strategis untuk pengembangan data center. Infrastruktur konektivitas internet juga diperkuat oleh kabel bawah laut global terbesar, Africa-2 Cable Project, yang meningkatkan ketersediaan dan keamanan data untuk AI data center.
Proyek ini diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja di bidang teknik, IT, dan sains data. Ke depan, pemerintah berencana membangun fasilitas berbasis energi terbarukan, membentuk kemitraan strategis, serta memberikan insentif pajak bagi pengembang infrastruktur AI.