Managing Director BlackRock Robert Mitchnick akhir-akhir ini menyebut Bitcoin (BTC) memiliki potensi keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan emas, serta risiko yang lebih kecil.
Meski begitu, menurutnya baik emas maupun Bitcoin sama-sama merupakan aset langka, global, terdesentralisasi, dan memiliki suplai terbatas.
Mitchnick menegaskan emas dan Bitcoin tidak perlu dianggap saling bersaing secara langsung. Keduanya justru mencerminkan pandangan investasi yang serupa, yakni sebagai lindung nilai terhadap risiko negara dan sistem keuangan tradisional.
Emas memang memiliki sejarah panjang dan cenderung stabil, tetapi Bitcoin hadir dengan keunggulan sebagai aset digital. Aset crypto ini mudah disimpan, bisa dikirim ke seluruh dunia dalam waktu cepat, dan nyaris tanpa biaya.
Ia juga mengamati banyak investor mulai menambah kepemilikan Bitcoin di samping emas.
“Kami melihat pergeseran dari yang sebelumnya 100 persen emas, menjadi 80:20 atau bahkan 50:50 antara emas dan Bitcoin,” ujarnya.