PACMANNEWS.COM, JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) telah memindahkan beberapa pesawat dan kapal dari pangkalan di Timur Tengah yang rentan terhadap potensi serangan Iran.
Pangkalan Udara Al Udeid menjadi instalasi militer AS terbesar di Timur Tengah yang terletak di padang pasir sisi luar Doha.
Langkah ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump membuat dunia menebak apakah AS akan bergabung dalam agresi Israel terhadap situs nuklir dan rudal Iran atau tidak.
Dua pejabat AS sebagaimana dikutip Al Arabiya, mengatakan bahwa pemindahan aset militer itu jadi bagian dari rencana AS untuk melindungi pasukannya.
Namun, ia tidak merinci ke mana dan berapa banyak aset yang sudah dipindahkan.
Salah seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, menyatakan pesawat yang tidak berada di tempat penampungan sudah dipindahkan dari pangkalan Al Udeid dan kapal angkatan laut dipindahkan dari pelabuhan di Bahrain, tempat di mana armada ke-5 militer AS berada.
“Perlindungan paksa adalah prioritas,” ujar pejabat AS tersebut, Kamis (19/6/2025).
Sebelumnya Reuters melaporkan ada pergerakan sejumlah besar pesawat tanker ke Eropa dan aset militer AS lainnya ke Timur Tengah, termasuk penyebaran lebih banyak jet tempur.
Potensi AS bergabung dalam agresi Israel direspons Iran dengan memberi pesan peringatan kepada Washington bahwa keterlibatan AS akan direspons dengan tegas Teheran.
Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (19/06/2025) malam mengatakan kepada para penasihat seniornya bahwa ia menyetujui rencana untuk menyerang Iran.
Namun, hingga saat ini Trump masih menahan diri dan belum mengambil keputusan akhir untuk melihat apakah Teheran akan menghentikan program nuklirnya.
Informasi ini diungkapkan narasumber yang mengetahui diskusi internal AS kepada media The Wall Street Journal.
Satu target potensial AS adalah fasilitas pengayaan uranium Fordow yang sangat dijaga ketat oleh Iran.