Jakarta PACMANNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov, bertemu di Moskow pada Selasa untuk membahas upaya peningkatan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis.
Pertemuan bilateral antara kedua menteri luar negeri itu berlangsung sehari sebelum Prabowo Subianto tiba di St. Petersburg pada Rabu untuk memulai kunjungannya, yang akan berlangsung hingga 20 Juni, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Pernyataan kementerian itu mengungkapkan bahwa Menteri Sugiono mendorong Rusia untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor demi kepentingan bersama.
Sugiono dan Lavrov juga menyampaikan penghargaan atas kontak erat antara pejabat tinggi dari kedua negara, yang telah menghasilkan inisiatif kerja sama baru—termasuk di sektor perpustakaan dan pendidikan, kata kementerian itu.
Dalam pertemuan itu, Sugiono dan Lavrov juga membahas isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama, termasuk stabilitas di Timur Tengah, serta kerja sama dalam kerangka BRICS dan ASEAN.
Kunjungan Prabowo, yang merupakan bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, merupakan respons atas undangan Presiden Vladimir Putin untuk berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).
Menanggapi kunjungan Prabowo, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik kedua negara.
“Kunjungan ini bukan sekadar simbolis. Melainkan, merupakan langkah konkret untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Rusia di Asia Tenggara,” katanya.
Menurut Misbakhun, yang mengepalai komisi keuangan DPR, kunjungan Prabowo merupakan langkah strategis yang tepat waktu karena kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik tahun ini.
“Langkah ini juga mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat kemitraan globalnya dan memperluas pengaruh diplomasi ekonominya,” imbuhnya, seraya menyoroti berbagai bidang kerja sama potensial antara kedua negara.