In-Depth | Indonesia Berpotensi Tambang Ratusan Bitcoin Senilai Rp738 Miliar

19 Jun 2025 | Penulis: Fastnews

In-Depth | Indonesia Berpotensi Tambang Ratusan Bitcoin Senilai Rp738 Miliar

Indonesia memang memiliki cadangan energi yang sangat melimpah, termasuk dari energi terbarukan. Hal itu dinilai sangat cocok untuk membangun penambangan Bitcoin, yang berpeluang mengubah wajah ekonomi Indonesia.

Sebagai informasi, panas bumi (geothermal) di Indonesia saat ini berpotensi menjadi yang sangat besar mencapai sekitar 23 gigawatt (GW) hingga 29 GW, yang membuatnya menjadi cadangan energi panas bumi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Bahkan, Indonesia memiliki sekitar 40% cadangan panas dunia dan potensi tenaga air (hydropower) hingga 95 GW. Namun, energi geothermal yang terpakai hanya sebesar 2,3 GW atau 12%, sedangkan energi baru digunakan hanya kurang dari 7% atau 6,65 gigawatt pada 2023 lalu.

Menariknya, menambang 1 Bitcoin rata-rata ‘hanya’ menghabiskan sekitar 266.000 kWh. Oleh karenanya, Indonesia bisa memiliki 432 Bitcoin dengan memanfaatkan energi yang ada. Nilainya bahkan mencapai Rp738 miliar.

Sebagai perbandingan, penambang Bitcoin terbesar di dunia seperti Marathon Digital Holdings (MARA) telah menambang 2.285 BTC atau senilai Rp3 triliun di kuartal pertama dengan kepemilikan total 49.179 BTC atau senilai Rp84,5 triliun

Selain itu, beberapa bagian Indonesia dekat dengan sumber panas bumi, air, atau energi terbuang, yang ideal bagi lokasi penambangan. Hal ini membuat Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat penambangan Bitcoin yang menjanjikan dengan kekayaan sumber energi terbarunya.

Energi untuk penambangan Bitcoin ini belum memanfaatkan seluruh cadangan energi yang ada di Indonesia. Masih ada tenaga listrik, gas alam, batu bara, energi surya, hingga energi angin yang bisa digunakan.

Bahkan, pembangkit listrik di wilayah Jawa saja telah mengalami kelebihan pasokan listrik hingga mencapai 27.659 GW pada tahun 2022 yang menguasai 81% dari total surplus secara nasional.


Komentar